PROSUMUT – Plh Wali Kota Binjai Timbas Tarigan memimpin apel Operasi Patuh Toba 2019 di Lapangan Merdeka Kota Binjai, Kamis 29 Agustus 2019. Tahun lalu, korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas menunjukkan peningkatan dibanding tahun 2017.
Pada 2018, korban meninggal dunia sebanyak 34 orang. Jumlah itu meningkat dibanding 2017 yakni sebanyak 32 orang.
Dalam Ops Toba 2019, polisi menekankan 8 poin penting yang diprioritaskan dalam melakukan penindakan pelanggaran.
Yakni, menggunakan hp saat mengendarai, mengemudi dalam keadaan mabuk atau konsumsi narkoba, tidak menggunakan helem SNI, mengendarai di luar batas kecepatan, melawan arus saat mengemudi, mengemudi di bawah umur, tidak menggunakan sabuk pengamanan saat mengemudi dan menggunakan lampu rotator.
“Berdasar data Operasi Toba 2018, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 72 kejadian, mengalami tren penurunan 18,18 persen dengan selisih kejadian 16 kejadian dibanding tahun 2017. Jumlah korban luka berat pada 2018 ada 27 orang, mengalami trend peningkatan 28,57 persen dengan selisih 6 orang pada 2017,” kata Timbas membacakan amanat Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto.
Dominasi pelanggaran yang terjadi, katanya, adalah kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan sabuk pengaman, tidak menggunakan helem SNI dan pelanggaran terhadap marka atau rambu jalan.
“Maka dari itu, operasi ini mengedepankan tindakan preventif dan represif yang diharap mampu mengendalikan, menangani, mengatasi dan mengurai kemacetan dan semrawutnya lalu lintas. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.
Menurutnya, kehadiran polantas di lapangan sebagai bagian dari pelayanan Kamseltibcarlantas bagi masyarakat pengguna jalan untuk mengurai dan mengatasi kemacetan lalu lintas.
“Perlu adanya rekayasa lalu lintas dan menangani penyebab lainnya. Di antaranya banyak berdirinya papan reklame yang bisa membahayakan pengguna jalan, kehadiran pos ilegal, parkir ilegal dan pasar tumpah,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri, ia menekankan agar petugas juga berdoa kepada Tuhan YME, serta mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan memedomani standar operasional prosedur yang ada.
“Hindari tindakan pungli, laksanakan operasi ini dengan simpatik dan humanis, lakukan tugas dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat yang dapat menurunkan citra Polri dan jadilah teladan dalam berlalu lintas untuk memberikan contoh yang baik dan benar kepada masyarakat,” tutupnya. (*)

