Prosumut
Hukum

Peredaran Sabu di Rutan, Hukuman 4 Napi Wanita Ditambah

PROSUMUT – Empat wanita penghuni Rutan Perempuan Klas II A Tanjung Gusta Medan, kembali divonis penjara. Masa hukuman kurungan untuk keempatnya pun bertambah.

Salah satu terdakwa, Nurmalita Sari dihukum selama 4 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 2 bulan kurungan karena mengedarkan narkotika jenis sabu.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Nurmalita Sari selama 4 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 2 bulan kurungan,” tandas majelis hakim yang diketuai oleh Jamaluddin di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (22/8).

Majelis hakim berpendapat, perbuatan terdakwa Nurmalita Sari terbukti melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Putusan itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arta Sihombing.

BACA JUGA:  Soal Blue Night, Tiorita Kedepankan Kepastian Hukum

Sementara tiga terdakwa lain selaku pemakai sabu di dalam sel tahanan yakni Yanti, Siti Rohaya alias Ayu dan Sherly Ulina br Purba divonis masing-masing selama 1 tahun 8 bulan penjara.

Sebelumnya, JPU Arta Sihombing menuntut ketiga terdakwa masing-masing selama 2 tahun 6 bulan penjara. Seluruh terdakwa merupakan residivis karena telah menjalani hukuman dalam perkara lain.

Menanggapi putusan tersebut, keempat terdakwa maupun JPU Arta sama-sama menyatakan menerima. “Terima pak hakim,” ucap keempat terdakwa dengan kompak.

BACA JUGA:  Soal Blue Night, Tiorita Kedepankan Kepastian Hukum

Dalam dakwaan JPU Artha Sihombing, pada Kamis 14 Februari 2019 sekitar jam 11.00 wib, saksi Helen Modesty Pasaribu dan Dora Theresia Tambunan sedang melaksanakan tugas piket jaga di Rutan Perempuan Klas II A Tanjung Gusta Medan.

Saat patroli saksi Helen melihat di kamar mandi sel strapsel yang dihuni Siti, Sherly dan Yanti keluar asap banyak.

“Ketika sel strapsel dicek, saksi Helen dan Dora menemukan satu set bong. Alhasil, kedua saksi menginterogasi Siti, Sherly dan Yanti,” kata JPU.

Ketiga tahanan ini mengaku baru saja mengkonsumsi sabu dan mendapatkan barang haram tersebut dari Nurmalita dengan cara membeli seharga Rp 200.000. Atas keterangan itu, kedua saksi juga turut mengamankan Nurmalita.

BACA JUGA:  Soal Blue Night, Tiorita Kedepankan Kepastian Hukum

“Saat diinterogasi, Nurmalita mengaku mendapatkan sabu dengan cara membeli dari seorang tahanan anak laki-laki bernama Udin (DPO). Namun, Nurmalita tidak mengenal Udin karena mereka berkomunikasi melalui tembok tahanan perempuan dan tahanan anak laki-laki,” pungkas Arta.

Sehingga mereka tidak saling melihat. Selanjutnya, kedua saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Helvetia. Alhasil, Nurmalita, Siti, Sherly dan Yanti beserta barang bukti diserahkan ke Polsek Helvetia guna diproses secara hukum yang berlaku. (*)

Konten Terkait

Kurir Sabu 2 Kg Dituntut Hingga 12 Tahun

Kapolres Sergai Setijabkan 2 Kapolsek, Pengalaman Kerja Modal Tingkatkan Prestasi

Terkait Syiah dan Terorisme, Saudi Penggal 37 Warganya

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Kosekhanudnas III Siap Amankan Wilayah Barat Indonesia

Editor Prosumut.com

Materi Kabur, Pengacara Minta Terdakwa Kasus Sabu Dibebaskan

Hasil Operasi Patuh Toba 2019 Hari Pertama, Pelanggaran Meningkat Dibanding 2018

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara