Prosumut
Ekonomi

Kartel Tarif Tiket Peswat, KPPU Segera Ketok Palu

PROSUMUT – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan menggelar rapat komisi sebagai kelanjutan dari proses penyelidikan dugaan kasus kartel tarif tiket pesawat. Dalam rapat ini, nasib kasus yang melibatkan maskapai Garuda Indonesia itu akan diputuskan oleh KPPU.

Komisioner KPPU, Guntur Saragih, mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus tersebut sama sekali tidak terpengaruh oleh tindakan Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara), yang mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Sriwijaya Air.

BACA JUGA:  OJK Percepat Reformasi Pasar Modal untuk Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor

“Tidak (berpengaruh). Justru kita apresiasi langkah tersebut, nama maskapai pelat merah Garuda terseret dalam dugaan kasus kartel tarif tiket pesawat ini terjadi karena Ari Askhara terbukti merangkap jabatan di dua maskapai yang masing-masing berperan sebagai pesaing, yaitu Garuda dan Sriwijaya Air,” ujarnya.

BACA JUGA:  OJK Percepat Reformasi Pasar Modal untuk Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor

Ari Askhara dipanggil oleh KPPU untuk menjalani pemeriksaan pada 01/07/2019 lalu. Selang beberapa waktu, Ari Askhara menyatakan undur diri dari jabatannya di Sriwijaya Air.

Kemudian, kecurigaan KPPU atas adanya dugaan kartel kartel tarif tiket pesawat timbul setelah beberapa maskapai nasional yang secara bersamaan menaikkan dan menurunkan tarif tiket pesawat. Sejak itu, penyelidikan terhadap maskapai penerbangan tanah air dilakukan dan jika terbukti kasus tersebut benar terjadi, KPPU akan meneruskan ke tahap persidangan.(*)

BACA JUGA:  OJK Percepat Reformasi Pasar Modal untuk Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor

Konten Terkait

Ubiklan Kenalkan Konsep Human Billboard Berbasis Teknologi

Pro Sumut

Virus Corona Picu Deflasi di Sumut

admin2@prosumut

Cara Baru PLN Manjakan Pelanggan, Inovasi Meteran Listrik dengan AMI

Editor prosumut.com

Penyaluran Kredit UMKM di Sumut Capai Rp163 Triliun

Editor prosumut.com

Harga Bawang Bombai Lebih Mahal dari Harga Daging Segar

admin2@prosumut

BPS Dukung Rencana Revisi UU Statistik Masuk Prolegnas Prioritas

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara