Prosumut
Umum

Tembok Rumah Perlindungan Sosial Deliserdang Rubuh

PROSUMUT – Tembok pembatas Rumah Perlindungan Sosial yang dibangun Pemkab Deliserdang di Dusun Banjarnegoro A, Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin rubuh, Rabu 12 Agustus 2020.

Rumah Perlindungan Sosial itu rencananya untuk kaum jompo atau anak-anak terlantar yang membutuhkan perhatian dari pemerintah.

Pantauan dilokasi, Kamis 13 Agustus 2020 tembok sepanjang 63 meter dan tinggi satu setengah meter rubuh menimpa tanaman padi milik warga. Tembok rubuh terlihat patah dari dasar pondasinya.

Belum diketahui secara pasti penyebab rubuhnya tembok tersebut. Terlihat pada bagian pondasinya rapuh. Dan sepertinya kurang memperhitungkan kedalaman pondasi dengan sawah milik warga di sebelahnya.

Informasi yang dikumpulkan pembangunan rumah perlindungan sosial ini dibangun oleh Dinas Perkim Deliserdang pada tahun 2018 dengan anggaran biaya mencapai Rp800 jutaan untuk tahap pertama.

Kemudian sesuai pantauan pembangunan gedung sudah dilanjutkan ke tahap kedua beberapa waktu lalu. Dengan menambah satu lagi bangunan gedung di belakang termasuk menembok pagar keliling. Namun untuk anggaran biaya tahap kedua belum diketahui secara pasti.

Seorang warga, Kasrun (68) yang merasa dirugikan akibat rubuhnya tembok ke lahan padinya mengaku kejadian tumbangnya tembok akibat angin kencang dua Minggu yang lalu.

“Saya minta ganti rugi Rp1,5 juta dengan rincian Rp1 juta untuk tanaman padi dengan luas 3 meter x 63 meter. Sementara Rp500.000 lagi untuk mempekerjakan pekerja untuk mengangkut material yang kecil usai diangkut tembok yang katanya menggunakan alat berat,” kata Kasrun.

Hal itu disampaikan Kasrun, kepada Kepala Desa Sidodadi namun belum ada realisasi.

Camat Beringin, Wahyu Rismiana saat ditemui di ruangan kerjanya membenarkan tumbangnya tembok tersebut. Ia menduga penyebabnya karena hujan dan angin kencang.

“Sudah saya perintahkan Kepala Desa Sidodadi untuk menghitung kerugian petani tersebut secara wajar, dan nantinya saya akan kordinasi dengan Kepala Dinas Sosial,” terangnya.

Kepala Dinas Sosial Pemkab Deliserdang, Hendra Wijaya dikonfirmasi membenarkan tembok rumah perlindungan sosial tersebut rubuh. Ia menduga rubuhnya tembok tersebut saat hujan deras dan angin kencang dua pekan lalu.

“Untuk perbaikannya saya sudah lapor kepada Pak Sekda. Karena kami dari Dinas Sosial tidak urusi teknisnya. Bagaimana teknis perbaikan dan anggarannya dari mana biar bapak Sekda nantinya yang mengarahkan, kita tunggu saja arahannya,” terang Hendra Wijaya.

Ditanya soal bangunan tahap dua yang sudah rampung beserta temboknya terkait berapa biayanya, ia kurang mengetahui.

“Tanyakan saja ke Dinas Perkim Deliserdang. Karena tahap pertama dan kedua pembangunannya itu Dinas Perkim yang bangun,” tutur mantan Camat Sunggal itu.

Untuk jadwal penggunaan rumah perlindungan sosial, Hendra menyebut alasan karena situasi pandemi. Sebab jika tidak ada pandemi, rumah tersebut sudah dapat digunakan untuk orang jompo dan anak terlantar.

“Tunggulah siap covid-19 ini. Karena kalau kita paksakan jika terjadi cluster dari situ kan bisa membuat kecemasan bagi kita bersama,” tandas Hendra. (*)

 

Reporter : Sahat Tampubolon
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

KPK Terus Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah

Editor prosumut.com

Dilaporkan Hilang, Mahasiswa Asal Medan Ditemukan Tak Bernyawa di China

Editor prosumut.com

Banjir Hebat Rendam Madina

Val Vasco Venedict

Waduh! Pengemis Kedapatan Naik Toyota Vios di Aceh

Editor prosumut.com

Setan Merah Menuntut Pembalasan

Editor prosumut.com

Jelang Natal dan Tahun Baru, Masyarakat Diimbau Jaga Toleransi

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara