Prosumut
Pendidikan

Sekolah Juara Lakukan Transformasi Menjadi Berbasis Social Enterprise 

PROSUMUT – Tingginya angka putus sekolah di Indonesia menyebabkan anak-anak kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah Juara hadir membantu pemerintah untuk menjadi salah satu solusi atas permasalahan tersebut.

Direktur Indonesia Juara Foundation, Muhammad Sobirin mengatakan Sekolah Juara merupakan program pendidikan Rumah Zakat yang didirikan pada tahun 2007. Awalnya, Sekolah Juara diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan dhuafa agar bisa tetap mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dengan menerapkan konsep multiple intelligences.

“Seiring perjalanan waktu, tepat satu dekade pada tahun 2017, Sekolah Juara telah memiliki 19 unit layanan di seluruh Indonesia, meliputi 1 TK Juara, 15 SD Juara, 2 SMP, dan 1 SMK Juara. Jumlah 19 unit tersebut tersebar di 10 provinsi dan 17 kabupaten/kota, yaitu di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Papua,” jelasnya, Kamis 23 Juli 2020.

Lanjutnya, semakin pesatnya pertumbuhan Sekolah Juara di berbagai daerah karena terkenal dengan kualitasnya, menyebabkan meningkatnya permintaan berbagai kalangan orang tua siswa untuk bisa menyekolahkan anaknya di Sekolah Juara.

Di sisi lain, Rumah Zakat telah melakukan perubahan pola pemberdayaan terhadap unit binaannya. Pola menjadi sponsor tunggal selama 20 tahun dirasa kurang efektif dan menjadikan cakupan pemberdayaan Rumah Zakat terbatas karena beban biaya tetap yang cukup besar.

Maka dari itu, di tahun 2019 Rumah Zakat mulai bertransformasi dalam menjalankan program pemberdayaannya, salah satunya diterapkan di Sekolah Juara. Adapun skema transformasi yang dilakukan yaitu, merubah skema Sekolah Juara dari sekolah gratis berkualitas menjadi sekolah berbasis social enterprise.

“Ini perbandingan antara sekolah gratis berkualitas dengan sekolah berbasis social enterprise, kalau sekolah Sekolah Gratis dana dari siswa tidak ada, peran Rumah Zakat adalah donatur tunggal, dana pemerintah ada dan komposisi siwa 100 persen mustahil.

“Nah kalau Sekolah Berbasis Social Enterprise dana dari siswa umum ada DSP, DKT, SPP lalu siswa beasiswa dikenakan efek sesuai kemampuan. Peran Rumah Zakat adalah donatur untuk siswa yatim dhuafa, dana dari pemerintah ada dan Komposisi siswa 80 persen umum dan 20 persen mustahil,” pungkasnya.

Dengan adanya transformasi tersebut, diharapkan bisa mencetak generasi penerus bangsa yang mempunyai nilai-nilai JUARA (Juara, Ulet, Amanah, Religius, dan Aktif) yang bisa didapatkan oleh anak-anak di semua kalangan. Melalui pendidikan yang berkualitas, Sekolah Juara pun berkomitmen untuk melahirkan generasi yang berakhlak sesuai tuntunan Al Quran dan bisa mewujudkan generasi yang cerdas, mandiri, serta kompetitif. (*)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

The Clinic Pediatric Care Medan dan Power Team Edukasi Siswa SDN 060866 Pentingnya Sunat Sehat

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Refleksi Hari Pendidikan Nasional, Perokok Anak Meningkat

Kadisdik Sergai Imbau Masyarakat Gunakan Rumah Baca Oryza Sativa

Ridwan Syamsuri

Raker Komisi X DPR-Kemendiktisaintek, Sofyan Tan Kritisi Diskriminasi PTS, KIP Kuliah Non-Eksakta yang Turun, Kinerja BAN PT dan Inspektorat

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Indikasi Kekacauan PPDB Daring di Sumut, Pemprov Buntung, Vendor Untung?

Sosialisasi Pembinaan Literasi Generasi Muda, Sofyan Tan: Harus Kritis Terhadap Sumber Bacaan

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara