PROSUMUT — Wali Kota Medan, Rico Waas, dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, kembali menunjukkan kemesraan di ruang publik. Keduanya terlihat makan siang bersama di kantin Kantor Wali Kota Medan, Rabu siang 14 Januari 2026.
Kebersamaan tersebut turut diabadikan Rico Waas dan diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @ricowaasofficial.
Hingga Kamis 15 Januari 2026 pukul 00.29 WIB, unggahan itu telah disukai 2.414 akun, menuai 119 komentar, dibagikan 84 kali, dan ditonton sebanyak 59,6 ribu kali.
“Ginilah kalau sudah sehati dan sepaket. Tidak ada janjian, ketemu makan di kantin.
Coba telur bebek gulai dan ikan saleh yang paling ‘maknyus’. Pembahasan pun jadi panjang,” tulis Rico Waas dalam keterangan unggahannya.
Momen ini dinilai publik sebagai sinyal positif, terlebih di tengah isu tak sedap yang belakangan beredar mengenai dugaan disharmonisasi hubungan antara Rico-Zaki.
Isu tersebut bahkan menyeret nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, yang disebut-sebut sebagai pihak yang diduga memperkeruh hubungan keduanya.
Pemerhati politik dan pemerintahan, Osriel Limbong menilai kebersamaan Rico-Zaki seharusnya menjadi wajah normal kepemimpinan daerah.
Menurutnya, kekompakan kepala daerah bukan sekadar simbol, melainkan prasyarat utama bagi jalannya roda pemerintahan yang efektif.
“Seharusnya wali kota dan wakilnya memang selalu kompak, baik di internal pemerintahan maupun di tengah-tengah masyarakat. Semoga saja kemesraan ini tidak cepat berlalu,” ujar Osriel Limbong kepada wartawan, Kamis siang.
Ia mengingatkan, warga Medan memiliki pengalaman pahit terkait keretakan hubungan pimpinan daerah, baik akibat persoalan hukum, konflik politik, maupun friksi internal birokrasi. Hal itu semestinya menjadi pelajaran penting.
“Rico-Zaki baru setahun memimpin Kota Medan. Jangan sampai publik lebih sering disuguhi isu keretakan hubungan, ketimbang mendengar capaian program dan kebijakan pembangunan yang mereka kerjakan,” tegas
ketua Sopo ATRestorasi Kota Medan itu.
Sekda Diminta Fokus Bantu Kepala Daerah
Dalam konteks isu yang berkembang, Osriel Limbong menegaskan peran sekda sebagai aparatur sipil negara tertinggi di daerah memiliki batasan yang jelas.
Sekda, katanya, bertugas membantu kepala daerah dalam perumusan kebijakan, koordinasi perangkat daerah, serta memastikan roda administrasi pemerintahan berjalan efektif.
“Sekda itu jabatan puncak karier ASN dan bertanggung jawab langsung kepada kepala daerah. Jangan terlibat politik praktis, apalagi menjelang purna tugas,” ujarnya.
Diketahui, Wiriya Alrahman bakal memasuki masa pensiun pada Agustus 2026. Karenanya Osriel meminta Wiriya untuk fokus memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Kota Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan penuh, bukan manuver yang justru berpotensi memicu retaknya hubungan pimpinan daerah,” katanya.
Ia juga menanggapi isu yang beredar di masyarakat mengenai dugaan ambisi politik Wiriya pasca-pensiun. Meski masih sebatas rumor, Osriel menilai isu semacam itu tidak sehat jika dibiarkan berkembang di tengah birokrasi.
“Kalau sampai benar ada keinginan membangun kekuatan politik dari dalam pemerintahan menjelang pensiun, itu sangat berbahaya. Apalagi waktu purnabakti tinggal tujuh bulan lagi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Pran Hasibuan
Editor: M Idris

