PROSUMUT —Masyarakat di Kabupaten Langkat diminta tidak ikut-ikutan panik, menyusul gonjang ganjing stok bahan bakar minyak (BBM) kian menipis menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H, setelah pecah perang Iran melawan Amerika dan Israel.
Bupati Langkat, Syah Afandin, sampaikan himbauan itu terkait isu potensi gangguan pasokan energi global setelah pecah perang Iran melawan Amerika dan Israel. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan terhadap bahan bakar minyak (BBM) maupun kebutuhan pokok.
Saat dikonfirmasi pada Sabtu, (7/3/26). Bupati Langkat Syah Afandin menyampaikan imbauan tersebut terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah sehingga dapat mengganggu perjalanan distribusi minyak dunia.
“Seandainya dengan panik buying, masyarakat melakukan penimbunan dan pembelian berlebihan, hal itu justru berpotensi menimbulkan masalah baru pada distribusi energi dan bahan pokok yakni memicu kelangkaan pada tingkat lokal,” kata Ondim nama aakrab Syah Afandin di Stabat, Sabtu (7/3/2026).
Untuk itu, Ondim meminta, masyarakat tidak perlu latah ikutan panik, baik dalam hal ketersediaan BBM maupun sembako. Diperkirakan dia, pemerintah pasti memantau dan akan mengambil langkah tertentu jika hal dikhawatirkan terjadi.
Terkait dengan ketersediaan BBM untuk Kabupaten Langkat, sambung dia, melalui informasi dikeluarkan pihak berkompeten yakni PT Pertamina sebagai pihak menanggung jawabi distribusi energi nasional, masih berada pada kondisi aman.
Guna mengantisipasi kekhawatiran itu, disebutkan bahwa Pemkab Langkat berkomitmen secara kontiniu memantau distribusi BBM dan kebutuhan pokok pada berbagai titik SPBU dan Pasar Tradisional serta memastikan kelangkaan tidak terjadi.
Editor: Jie
next post

