Prosumut
Ekonomi

Hari Indonesia Menabung, OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Kepulauan Nias

PROSUMUT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah daerah dan pelaku industri jasa keuangan menggelar rangkaian kegiatan edukasi literasi dan inklusi keuangan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), tepatnya di Kepulauan Nias, pada 12–14 Agustus 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025 ini berlangsung di tiga wilayah, yakni Pulau Telo (Kabupaten Nias Selatan), Kota Gunungsitoli, dan Kabupaten Nias.

Dalam kegiatan tersebut, melibatkan pelajar, masyarakat, perangkat desa, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menanamkan budaya menabung sejak dini sebagai langkah membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang bijak.

“Melalui kegiatan literasi keuangan ini, OJK berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga mengenal produk dan layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan.

Dengan pengetahuan yang cukup, generasi muda dapat terhindar dari penipuan keuangan dan lebih siap merencanakan masa depan,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, OJK memberikan edukasi kepada pelajar tentang pentingnya menabung, pengelolaan keuangan pribadi, serta kewaspadaan terhadap praktik judi online yang marak menyasar kalangan muda.

Sementara bagi masyarakat umum dan pelaku UMKM, materi difokuskan pada pemanfaatan produk keuangan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan mikro berbasis syariah, serta pencegahan terhadap investasi dan pinjaman online ilegal.

Kegiatan juga diisi dengan paparan dari industri jasa keuangan, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara, yang memperkenalkan produk tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai salah satu instrumen keuangan yang mudah diakses, aman, dan terjangkau.

Sebanyak 156 rekening SimPel berhasil dibuka dan 1 Agen Laku Pandai diresmikan secara simbolis sebagai bentuk konkret peningkatan inklusi keuangan di daerah tersebut.

Hari Indonesia Menabung ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 sebagai momentum nasional untuk mendorong kesadaran menabung dan pengelolaan keuangan yang bijak.

Upaya ini juga mendukung target pemerintah dalam mencapai tingkat inklusi keuangan sebesar 91% pada 2025, 93% pada 2029, dan 98% pada 2045.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan Indonesia saat ini tercatat sebesar 66,46%, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51%, menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pemerintah daerah, perangkat sekolah, serta industri jasa keuangan agar cakupan edukasi semakin luas dan tepat sasaran. (*)

Reporter: Nastasia

Editor: M Idris

BACA JUGA:  Perkuat Kinerja Ekonomi Domestik, LPS Sesuaikan Tingkat Bunga Penjaminan

Konten Terkait

Resesi Infeksi Banyak Negara Karena Pandemi, Emas ‘Menggila’

admin2@prosumut

Perbankan Sumut Tumbuh 1,16 %, Aset Bank Sumut Malah Turun 2,91 %

Val Vasco Venedict

Ekonomi Global Lesu? Nilai Impor Lewat Sumut Anjlok 35,13 %

Editor prosumut.com

Usai 10 Days Challenge 2020 BEI, 5.364 SID Baru Tercipta

admin2@prosumut

Sumut Deflasi 0,21 Persen pada September 2024, Cabai Merah Penyumbang Terbesar

Editor prosumut.com

Manfaat Jadi Mitra UMKM Binaan Bank Indonesia, Omzet Meningkat 100 Persen hingga Promosi Gratis

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara