Prosumut
Umum

Dua Lagi Korban Banjir Bandang Dairi Ditemukan

PROSUMUT – Dua dari tujuh korban yang hilang akibat hanyut dalam peristiwa banjir bandang di Desa Bongkaras Kecamatan Silima Pungapunga Kabupaten Dairi berhasil ditemukan tim gabungan, Kamis (20/12).

Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting, mengatakan korban yang ditemukan adalah Bairun Sitorus (50). Jasadnya ditemukan di Sungai Soraya, Kota Subulussalam, Aceh, seratusan kilometer dari lokasi bencana. Jasad korban ditemukan oleh maayarakat sekitar Rabu (19/12) sekira pukul 14.00 WIB.

“Korban ditemukan warga sekitar. Karena tak ada yang mengenali, selanjutnya jenazah itu diserahkan ke rumah sakit terdekat. Begitu mendapat kabar, kita kirim ambulan dan pihak keluarga tadi malam,” ujar Bahagia, Kamis (20/12).

BACA JUGA:  PGN & Young on Top Ajak Anak Muda Medan Jadi Pemimpin dan Ciptakan Dampak Positif

Dari Subulussalam, jenazah korban kemudian diantar ke rumah duka di Desa Bongkaras sekira pukul 05.00 WIB untuk selanjutnya dimakamkan.

Selanjutnya, kembali ditemukan satu jenazah lagi, yakni Elfrida Sinaga (45). Jenazah berjenis kelamin perempuan itu ditemukan petugas gabungan di aliran Sungai Bongkaras, sekira pukul 11.30 WIB.

Diungkapkan Bahagia, sekira100 personel gabungan TNI, Polri, BPBD dan Basarnas turun mencari lima korban yang masih hilang. Dalam pencarian tersebut, tim gabungan hanya menggunakan peralatan seadanya. Pihaknya mengaku kesulitan dalam melakukan evakuasi dan pencairan lantaran kondisi alam yang kurang bersahabat.

BACA JUGA:  PGN & Young on Top Ajak Anak Muda Medan Jadi Pemimpin dan Ciptakan Dampak Positif

“Sungai yang keruh membuat jarak pandang kecil. Alhasil kita cukup terkendala mencari korban hilang. Apalagi tidak ada alat modern yang diturunkan untuk mencari korban,” pungkasnya.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah desa di Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Selasa (19/12).

BACA JUGA:  PGN & Young on Top Ajak Anak Muda Medan Jadi Pemimpin dan Ciptakan Dampak Positif

Akibat bencana itu, sekitar 110 hektar lahan pertanian dan perkebunan rusak berat. Saluran irigasi juga rusak. Termasuk akses jalan desa.

Tidak sedikit juga masyarakat yang kehilangan ternaknya karena hanyut terbawa arus. Bencana diduga terjadi karena intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari belakangan. (And-Editor)

Nama korban yang masih hilang:
1. Jaluddin Boang Manalu, 83
2. Kino Tumanggor, 45
3. Walbiner Simarmata, 38
4. Lina Padang, usia tidak diketahui
5. Nadia Hasugian, 3

Konten Terkait

Langkat Raih Penghargaan Kabupaten Laik Anak

Ridwan Syamsuri

Pemerintah dan Masyarakat Diminta Siaga

Ridwan Syamsuri

XL Axiata Luncurkan Fitur Xtra Unlimited Turbo  

Editor prosumut.com

208 Personel Polda Sumut Dites Urine, 10 Terindikasi Narkoba

Editor prosumut.com

Hendak Dicelakakan, Wakasek MAN Rantauprapat Lapor ke Polisi 

Editor Prosumut.com

Pandemi & Puasa Bukan Penghalang Berkarya, Ayo Ikuti Caranya

valdesz
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara