Prosumut
HukumKorupsiPemerintahan

Divonis Ringan Karena Kasus Pemerasan, Ketua P3TM Tertawa

PROSUMUT – Ketua Persatuan Pedagang Pasar Marelan (P3TM), Ali S alias Geno tertawa saat dihukum ringan oleh majelis hakim yang diketuai Abdul Kadir.

Meski dinyatakan terbukti melakukan pemerasan terhadap pedagang Pasar Marelan, Ali cuma divonis selama 1 bulan 17 hari penjara.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Ali S alias Geno telah terbukti melakukan pemerasan. Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1 bulan 17 hari,” tandas hakim Abdul Kadir di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (30/4).

Dalam amar putusan hakim, perbuatan terdakwa Ali membuat kerugian para pedagang.

“Perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 368 ayat (2) ke-II KUHPidana,” ucap hakim Abdul.

BACA JUGA:  Pemkab Langkat Kejar Opini WTP Tata Kelola Keuangan 2024

Setelah membacakan amar putusan, majelis hakim langsung menghitung masa tahanan rumah terdakwa.

“Berarti anda hari ini (Selasa) sudah bebas,” cetus hakim.

Mendengar hal itu, terdakwa dan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim Harahap langsung menerima putusan hakim.

“Terima pak,” ucap Ali dan JPU kompak. Anehnya, JPU Abdul Hakim langsung menerima putusan hakim meski telah menuntut terdakwa selama 3 bulan penjara. Pantauan wartawan, terdakwa dan JPU terlihat ketawa-ketawa saat keluar ruang sidang.

Sementara tiga terdakwa lain dalam kasus ini yakni Roni Mahera (47) selaku Wakil Sekretaris, M Ali Arifin (50) selaku Bendahara dan Rasdi Hasibuan (49) selaku Staf P3TM, juga dituntut ringan oleh JPU Rehulina Sembiring.

BACA JUGA:  Pemkab Langkat Kejar Opini WTP Tata Kelola Keuangan 2024

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong, ketiga terdakwa dituntut masing-masing selama 3 bulan penjara. Ketiganya akan mendengarkan putusan pada Kamis (2/5) mendatang.

Diketahui, Ali S dan ketiga pengurus P3TM lain dituntut secara terpisah. Dalam dakwaan JPU, keempat terdakwa memberlakukan harga meja dan kios kepada para pedagang sesuai ketentuan mereka secara sepihak yang tidak mendapat persetujuan dari PD Pasar Kota Medan.

Dimana pembayaran, dapat dilakukan lunas atau mencicil beberapa kali dan apabila tidak melunasi sesuai ketentuan harga dari P3TM tersebut, maka para pedagang mendapat peringatan.

Yaitu, berupa ancaman bahwa meja yang sudah dibeli para pedagang akan dialihkan kepada orang lain.

BACA JUGA:  Pemkab Langkat Kejar Opini WTP Tata Kelola Keuangan 2024

Akibat ancaman tersebut, saksi Rotua Ester Maria Sinaga dan pedagang lain membayar harga meja dan kios yang sangat tinggi.

Selain itu, juga terjadi kesemrautan di Pasar Marelan yang disebabkan oleh posisi meja, kios dan stan tempat berjualan para pedagang yang sudah membayar tidak sesuai dengan harapan.

Pada tanggal 24 Agustus 2018, petugas dari Polda Sumut melakukan penangkapan terhadap Roni Mahera, M Ali Arifin dan Rasdi Hasibuan, saat melakukan pungli kepada Rotua untuk pembayaran meja sayur sebesar Rp 12 juta. Sedangkan Geno ditangkap terpisah.(*)

Konten Terkait

Dinas PUPR Batubara Beri Pelatihan Konstruksi di Lapas

admin2@prosumut

Pemko Medan Dukung Pembentukan Bekraf

Editor prosumut.com

Direktur AP II Ditangkap KPK, BUMN Dibebani Ongkos Pencitraan?

valdesz

Pemkab Batubara Sosialisasikan Aplikasi Surat dan Tandatangan Elektronik

Editor prosumut.com

Rombongan Revitalisasi Tradisional Lokal Sergai, Kunjungi Siak

Editor prosumut.com

Usut Dugaan Pungli di Ramadhan Fair, Polisi Diminta Turun Tangan

Ridwan Syamsuri
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara