PROSUMUT – Komisi VIII DPR RI membanjiri warga terdampak atau korban banjir di Kabupaten Langkat dengan sederet bantuan strategis. Perhatian legislatif Senayan tersebut, hasil koordinasi dan komunikasi intensif yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat.
Bupati Langkat Syah Afandin menerima lawatan rombongan legislator dalam kunjungan kerja spesifik pelaksanaan fungsi pengawasan pasca bencana banjir di Kantor Camat Besitang, Jumat 30 Januari 2026.
Rombongan legislator dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ansory Siregar. Turut hadir, Ina Amalia, Wibowo Prasetyo, Hendro Hermono, F Alimudin Kolatlena, Hj Dini Rahmania, M Hidayat Nur Wahid, Sudian Noor, serta M Nasir selaku Kasubbag Sekretariat Komisi VIII DPR RI beserta staf ahli.
Syah Afandin dalam kesempatan itu menyampaikan selamat datang sekaligus refleksi mendalam atas musibah terjadi.
Dia menuturkan bencana dimaksud sebagai peringatan untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan rasa syukur serta keimanan.
Selain itu, Ondim sapaan Syah Afandin, juga mengapresiasi perhatian bantuan yang diberikan Komisi VIII DPR RI.
Kehadiran legislator Senayan tergabung di Komisi VIII dianggap sangat berarti bagi masyarakat Langkat, khususnya warga Besitang yang kehilangan rumah, rusaknya lahan pertanian, matinya ternak, serta terhentinya mata pencaharian selama banjir.
“Bantuan ini tentu sangat membantu meringankan beban masyarakat kami yang terdampak. Masih banyak saudara dan keluarga kami yang membutuhkan uluran tangan,” kata Ondim.
Ketua Tim Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, menyampaikan kunjungan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan DPR RI terhadap penanganan pascabencana.
Ia mengapresiasi sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI, Kementerian Agama RI, BNPB, BAZNAS RI, serta Pemkab Langkat dan seluruh jajaran yang telah berkontribusi, sehingga kami dapat melihat langsung penanganan pasca bencana di Kabupaten Langkat,” ungkap Ansory.
Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI, juga menyerahkan berbagai bantuan dari BNPB berupa mobil water treatment, mobil dapur lapangan, kendaraan roda tiga, perahu dan mesin, tenda pengungsi dan tenda keluarga, pompa air, light tower, chainsaw, perangkat Starlink, genset, perlengkapan logistik, hingga toilet portabel dan alat kebersihan. Selain itu, diserahkan pula satu unit truk serbaguna BNPB senilai Rp803 juta.
Tak hanya itu, dari Kementerian Sosial RI disalurkan bantuan logistik bencana dan bantuan atensi dengan total nilai Rp461.435.796.
BAZNAS RI turut menyalurkan paket logistik keluarga serta bantuan rumah ibadah Gereja Katolik St Paulus Pangkalan Brandan senilai Rp100 juta.
Sementara itu, Kementerian Agama RI memberikan masing-masing Rp100 juta untuk Pesantren Nur Asri Abadan Kecamatan Stabat, Pesantren MA Ulumul Quran Kecamatan Stabat, dan Pondok Pesantren Hidayatul Islam Kecamatan Babalan.
Komisi VIII DPR RI juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, relawan kemanusiaan, organisasi sosial, hingga dunia usaha yang telah bekerja tanpa lelah dalam proses evakuasi, pendataan, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir. (*)
Reporter: Jie
Editor: M Idris

