PROSUMUT – Lewat Workshop Integrasi Data Rujukan dan Komunikasi Antar Personal Program Sehati Bunda diharapkan mampu berkontribusi nyata dengan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan stunting, sekaligus meningkatkan cakupan kualitas keluarga berencana.
Harapan itu disampaikan Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti saat membuka workshop tersebut di ruang Pola kantor bupati, Senin 26 Januari 2026.
Apalagi, Kabupaten Langkat telah ditetapkan menjadi salah satu daerah pilot project pelaksanaan Program Sehati Bunda.
Sesuai arahan Bupati Langkat Syah Afandin, sebut Tiorita, disampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Cipta dan PSI atas kolaborasi dan komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah, khususnya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Langkat.
Selanjutnya ditegaskan dia, workshop merupakan bagian dari rangkaian pendampingan Program Sehati Bunda sebagai langkah awal penguatan kapasitas aktor kunci di lapangan, dengan fokus pada tiga isu prioritas, yakni integrasi data, peningkatan kapasitas kader, serta dukungan operasional kegiatan.
“Pemerintah Kabupaten Langkat menyambut baik dan mendukung penuh Program Sehati Bunda karena sejalan dengan visi dan misi Bupati Langkat, terutama dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan dan pengentasan persoalan sosial,” beber Tiorita.
Dia juga mengharapkan, melalui workshop dan pendampingan, Tim Pendamping Keluarga (TPK) dapat bekerja lebih optimal, terstruktur, dan terencana.
Dinas PPKB dan PPA sebagai leading sector, dengan dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, diminta bekerja maksimal agar ibu hamil dan menyusui memperoleh informasi serta layanan terbaik.
“Dengan kerja bersama dan sinergi lintas sektor, Kabupaten Langkat diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan stunting, serta meningkatkan cakupan keluarga berencana,” seru Tiorita.
Hadir dalam workshop, Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Ny Endang Kurniasih Syah Afandin, Kepala Perwakilan Kemenduk Bangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara dr Fatmawati, ST, M Eng, Executive Director Yayasan Cipta Dini Hariyati beserta jajaran, Program Director Population Service International (PSI) Program Sehati Bunda Dinar Pandansari, serta para pemangku kepentingan lintas sektor. Sementara itu, sejumlah pejabat Kemendukbangga/BKKBN RI mengikuti kegiatan secara virtual.
Kepala Dinas PPKB dan PPA Kabupaten Langkat, Indri Nugraheni, melaporkan workshop diprakarsai Yayasan Cipta bekerja sama dengan Population Service International (PSI) sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam membangun keluarga berkualitas.
Kegiatan bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi, memperkuat kualitas keluarga, serta meningkatkan kapasitas para penggerak lapangan, khususnya di Kabupaten Langkat.
“Peserta workshop berjumlah 123 orang, terdiri dari perwakilan perangkat daerah terkait, bidang gizi MBG, TP PKK Kabupaten dan desa, camat, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Kader Rumah DataKu, para kepala desa, serta TP PKK Desa di Kecamatan Wampu dan Secanggang,” papar Indri.
Kepala Perwakilan Kemendukangga/BKKBN Sumatera Utara, Fatmawati menegaskan, meski daerah sempat menghadapi kondisi bencana, hal tersebut tidak menyurutkan semangat seluruh pihak untuk terus berkarya dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
Kependudukan dan pembangunan keluarga, diakui merupakan core business Kemenduk Bangga, dengan fokus utama pada kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak, sebagai fondasi lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 sesuai visi Presiden RI Prabowo Subianto.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 3 persen dan berada pada angka 22 persen.
Untuk itu, langkah Yayasan Cipta dan PSI layakdiapresiasi karena telah memilih Kabupaten Langkat sebagai satu-satunya pilot project Program Sehati Bunda di Indonesia, serta berharap program ini berkelanjutan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta menurunkan prevalensi stunting. (*)
Reporter: Jie
Editor: M Idris

