PROSUMUT — Wali Kota Medan Rico Waas masih bersikap diplomatis terkait banyaknya kekosongan jabatan struktural hingga saat ini.
Rico Waas beralasan, keterlambatan pengisian jabatan di seluruh struktur tersebut, dikarenakan Pemko Medan memakai skema manajemen talenta ASN.
“Kepala perangkat daerahnya kan tetap diisi dengan pelaksana, tetap kerja, tapi ya segera mungkin,” kata dia menjawab wartawan usai membuka Rapat Kerja Pembangunan Kota Medan di Hotel Grand Aston Medan, Rabu 11 Februari 2025.
Kekosongan jabatan struktural ini sudah berlangsung hampir setahun Rico Waas – Zakiyuddin Harahap memimpin Pemko Medan.
Kondisi ini disinyalir sangat berpengaruh dengan target rencana pembangunan yang mereka gagas pada tahun kedua ini.
Apalagi di 2026 ini, program kerja prioritas sesuai visi misi mereka saat kampanye, sudah sepenuhnya menjadi cetak biru Rico-Zaki.
Rico Waas kembali bersikap diplomatis dengan menyebut bahwa hal itu bagian dari strategi untuk memilih pejabat terbaik yang bisa maksimal melayani masyarakat.
“Kita kan harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kita kan punya sistem baru, manajemen talenta.
Kita masih pelajari tata caranya yang beda dengan tahun-tahun lalu. Teknis manajemen talenta berbeda,” ujar dia.
Kondisi ini diperparah banyaknya pejabat struktural di semua tingkatan, hijrah ke Pemprov Sumut.
Ditambah sejumlah pejabat terkena pelanggaran disiplin berat hingga persoalan hukum akibat perilaku koruptif, dan sudah dinonaktifkan.
Sementara itu, catatan wartawan, pelantikan pejabat di lingkungan Pemko Medan baru dilakukan dua kali.
Gelombang pertama yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka, dan yang kedua berdasarkan hasil job fit dan rotasi di beberapa jabatan saja. Namun tetap saja stabilitas birokrasi Pemko Medan masih terasa timpang dan pincang.
Disinggung mengenai adanya jadwal pelantikan yang semestinya terlaksana pada dua minggu yang lalu, terkhusus eselon III dan IV, Rico Waas menepisnya.
Dia menyebut sampai saat ini terkait pelantikan masih terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Masih koordinasi dengan BKN, sudah diusulkan. Ya ada beberapa-lah (yang akan dilantik). Kita gak bisa menentukan, nanti BKN. Insya Allah, mohon doanya biar bisa lancar,” pungkasnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri Harahap, sebelumnya mengatakan tahapan manajemen talenta masih berada pada proses pemetaan.
“Masih berjalan proses pemetaan talenta, dan talenta masih dari internal kita,” ujarnya.
Subhan mengaku belum dapat memastikan jumlah ASN atau pejabat yang mengikuti tahapan pemetaan tersebut.
“Masih proses pemetaan talenta, jumlahnya belum dapat diketahui,” ungkapnya.
Diketahui terdapat 10 kursi eselon II Pemko Medan masih lowong hingga kini. Antara lain meliputi OPD seperti Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah.
Selanjutnya Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Ketenagakerjaan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Kekosongan jabatan juga masih terjadi pada level eselon III dan IV. Sejumlah posisi strategis seperti sekretaris dinas atau badan, kepala bidang, camat hingga lurah masih dijabat pelaksana tugas. (*)
Reporter: Pran Hasibuan
Editor: M Idris

