Prosumut
Ekonomi

Sektor Pariwisata jadi Kunci Dampak Ekonomi

PROSUMUT – Sektor pariwisata di Indonesia dianggap sangat potensial untuk menjadi kunci dan solusi dalam menghadapi dampak ekonomi akibat perang dagang yang memanas antara Amerika Serikat dan China.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widya mengatakan, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, sektor pariwisata dapat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi suatu negara.

“Sejak ditetapkan sebagai leading sector, pariwisata diharapkan menjadi salah satu sektor unggulan penghasil devisa negara. Apalagi ketika perang dagang antara Amerika Serikat dan China mulai memberi dampak bagi perekonomian global, termasuk Indonesia,” katanya belum lama ini.

BACA JUGA:  Bulog Sumut Targetkan 49 Ribu Ton Beras SPHP Didistribusikan Selama 2026

Dikatakannya, salah satu jalan pintas yang bisa digunakan untuk menyelamatkan devisa negara adalah sektor pariwisata. “Analisis sementara menunjukkan industri pariwisata tidak terpengaruh oleh perang dagang. Meski sedang terjadi perang dagang, orang-orang tetap berwisata,” katanya.

BACA JUGA:  Honor X7d dan X6c Terbaru, Smartphone Tangguh dengan Daya Tahan Baterai Besar dan Pengalaman AI yang Lebih Cerdas

Namun yang mesti mendapat perhatian pemerintah dan para stakeholder bukan tentang seberapa banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, tapi seberapa besar uang yang masuk dari sektor ini.

“Yang penting, seberapa besar dana yang dihabiskan wisatawan yang datang ke Indonesia. Inilah yang berdampak pada peningkatan produk domestik bruto (PDB),” jelasnya lagi.

Sementara itu, Plt Sekretaris Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri A menjelaskan bahwa pariwisata bersifat kompleks dan karena itu dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memajukannya. “Kemenpar tidak dapat melakukan semuanya sendiri, perlu sinergi berbagai sektor,” ucapnya.

BACA JUGA:  Bulog Sumut Targetkan 49 Ribu Ton Beras SPHP Didistribusikan Selama 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari-Mei 2019 mencapai 6,37 juta kunjungan. Angka itu naik 2,70% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama di 2018 yang berjumlah 6,20 juta kunjungan.(*)

Konten Terkait

Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah

Editor prosumut.com

Modena Kenalkan Produk Hybrid dan Berbasis Internet

Editor prosumut.com

389 Pedagang Siap Huni Lapak Pasar Titi Kuning

Editor prosumut.com

Resi Gudang di Kuartal III 2021 Meningkat 86 Persen

Editor prosumut.com

Mendag Lutfi: Program Migor, Rakyat Manfaatkan Teknologi Digital 

Editor prosumut.com

Bulog Sumut: Harga dan Pasokan Beras di Pasar Masih Stabil

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara