Prosumut
Ekonomi

Sektor Pariwisata jadi Kunci Dampak Ekonomi

PROSUMUT – Sektor pariwisata di Indonesia dianggap sangat potensial untuk menjadi kunci dan solusi dalam menghadapi dampak ekonomi akibat perang dagang yang memanas antara Amerika Serikat dan China.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widya mengatakan, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, sektor pariwisata dapat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi suatu negara.

“Sejak ditetapkan sebagai leading sector, pariwisata diharapkan menjadi salah satu sektor unggulan penghasil devisa negara. Apalagi ketika perang dagang antara Amerika Serikat dan China mulai memberi dampak bagi perekonomian global, termasuk Indonesia,” katanya belum lama ini.

BACA JUGA:  Satgas Nataru 2025/2026 Berakhir, Pertamina Sumbagut Apresiasi Sinergi dan Pastikan Energi Tetap Mengalir

Dikatakannya, salah satu jalan pintas yang bisa digunakan untuk menyelamatkan devisa negara adalah sektor pariwisata. “Analisis sementara menunjukkan industri pariwisata tidak terpengaruh oleh perang dagang. Meski sedang terjadi perang dagang, orang-orang tetap berwisata,” katanya.

BACA JUGA:  Stabilitas Jasa Keuangan Sumut Tetap Terjaga hingga Akhir 2025

Namun yang mesti mendapat perhatian pemerintah dan para stakeholder bukan tentang seberapa banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, tapi seberapa besar uang yang masuk dari sektor ini.

“Yang penting, seberapa besar dana yang dihabiskan wisatawan yang datang ke Indonesia. Inilah yang berdampak pada peningkatan produk domestik bruto (PDB),” jelasnya lagi.

Sementara itu, Plt Sekretaris Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri A menjelaskan bahwa pariwisata bersifat kompleks dan karena itu dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memajukannya. “Kemenpar tidak dapat melakukan semuanya sendiri, perlu sinergi berbagai sektor,” ucapnya.

BACA JUGA:  Texas Chicken Buka Gerai Baru di Delipark Mall Medan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari-Mei 2019 mencapai 6,37 juta kunjungan. Angka itu naik 2,70% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama di 2018 yang berjumlah 6,20 juta kunjungan.(*)

Konten Terkait

UU PPSK Perkuat Mandat LPEI Tingkatkan Ekspor

Editor prosumut.com

Konflik AS-Iran Mereda, Harga CPO Kembali Turun

Editor prosumut.com

Survei Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Ini Kata Bupati Sergai

admin2@prosumut

Usia Muda Bisa Terkena Osteoporosis, Super You by Sequis Ingatkan Pentingnya Asuransi

Editor prosumut.com

Rayakan Harbolnas 11.11, Acer Beri Cashback Hingga Rp2,5 Juta

valdesz

Bursa di Amerika dan Eropa Dorong Penguatan IHSG

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara