Prosumut
Kriminal

Jaringan Pengebom Disebut Komunikasi Pakai Medsos

PROSUMUT – Jaringan teroris pengebom Mapolrestabes Medan menggunakan media sosial (medsos) untuk berkomunikasi. Melalui medsos, jaringan teroris ini menyebarkan ideologi radikalnya.

“Kelompok jaringan teroris ini menggunakan media sosial,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, kemarin.

Menurut Tatan, penggunaan medsos sebagai sarana berkomunikasi diperkuat dengan sebagian besar dari para tersangka masih tergolong muda.

“Rata-rata para tersangka yang ditangkap usianya antara 20 tahun hingga 40 tahun,” ungkap.

Tatan berharap, kepada anak muda atau kaum milenial jangan mudah terpancing dengan isu-isu dari media sosial. Sedangkan kepada orang tua atau keluarga diminta turut mengawasi.

“Anak muda harus lebih selektif dalam menerima informasi dari media sosial. Namun, di satu sisi peran orang tua maupun keluarga dibutuhkan,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, sudah 30 orang yang ditangkap dan ditetapkan tersangka dalam kasus teroris tersebut. Dari 30 tersangka tersebut, 3 di antaranya telah tewas. (*)

Konten Terkait

Polisi Kejar Pelaku Penodongan Pistol di Perumahan Istana Katamso

Editor Prosumut.com

Pengedar Narkoba di Sunggal Diringkus, Barbuk 40 Amp Ganja

Editor Prosumut.com

Kabarnya Orang Dekat Hakim PN Medan Diamankan, Ini Kata Kapolda

Editor prosumut.com

Pesta Narkoba,Oknum Anggota DPRD Labura Ditangkap di Medan

Editor Prosumut.com

Enam Jaringan Narkoba Internasional Ditangkap di Medan, Satu Didor

Editor Prosumut.com

Polsek Padang Hilir Ringkus Maling TV dan Tabung Gas

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara