PROSUMUT – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Nokia memperkuat literasi kecerdasan buatan (AI) dan digital di Sumatera Selatan melalui program GENsi (Generasi Digital dan AI) yang digelar di Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, Jumat 6 Februari 2026.
Program ini bertujuan menyiapkan talenta lokal agar mampu menjadi penggerak transformasi digital di tingkat daerah.
Program GENsi dirancang sebagai ekosistem pembelajaran berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan satu kali, dengan pendekatan hybrid yang menggabungkan pelatihan tatap muka berbasis kampus dan pembelajaran mandiri melalui platform Learning Management System (LMS).
Secara nasional, program ini menargetkan 10.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia.
Di Palembang, sekitar 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas.
Kota ini dipilih sebagai salah satu lokasi utama implementasi program selain Tarakan, Kalimantan Utara, sebagai upaya memperluas penguatan literasi AI di luar kota-kota besar.
EVP Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen Indosat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sumatra.
“Melalui GENsi, kami ingin memastikan talenta muda di Palembang tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi AI, tetapi menjadi pemain aktif yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memecahkan isu lokal,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
Materi pelatihan meliputi literasi digital dasar, keamanan siber, pengenalan AI agents, serta pemahaman etika penggunaan AI.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah praktik pemanfaatan AI berbasis low/no-code yang memungkinkan peserta tanpa latar belakang pemrograman membangun solusi digital sederhana, seperti chatbot berbasis AI.
Program ini juga menerapkan pendekatan multiplier effect dengan menyiapkan 20 peserta terpilih menjadi GENsi Digital Trainers yang akan menyebarluaskan pengetahuan di lingkungan kampus dan komunitas masing-masing.
Nokia sebagai mitra strategis turut mendukung program ini melalui inisiatif ESG Global Program bertajuk Bridging Digital Divide yang bertujuan menjembatani kesenjangan akses dan kemampuan digital.
Sementara itu, BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berperan memastikan program selaras dengan agenda literasi digital nasional.
Kepala BPPTIK Komdigi, Hamdani Pratama, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam program ini dan berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan talenta digital yang inovatif serta siap menghadapi tantangan transformasi teknologi.
Melalui program GENsi, diharapkan muncul generasi muda inovatif dari Sumatera Selatan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi digital Indonesia. (*)
Reporter: Nastasia
Editor: M Idris

