PROSUMUT – Calon jamaah haji (calhaj) kloter 22 asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Medan, tiba di Asrama Haji Medan, Minggu (4/8/2019) siang. Dari kloter terakhir berjumlah 333 orang ini, satu diantaranya disebutkan menggantikan almarhum ayahnya.
Adalah Jemaah haji asal Kota Medan, Faisal Ridoan Rangkuti (34), warga Jalan Mandala By Pass. Saat diwawancara, dirinya mengatakan keberangkatan tersebut untuk mendampingi Ibunya, Masraya Matondang binti Marahalim Matondang (55).
Kata Faisal, seharusnya sang Ayah yang menemani Ibunya tersebut ke Makkah. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Empat bulan menjelang keberangkatan, orang tuanya di panggil sang pencipta.
“Jadi ada kebijakan dari Kementerian Agama, bahwasannya bisa digantikan sama ahli waris atau anak kandungnya. Jadi saya ditelepon sama Kementerian Agama kota Medan, bahwasannya saya yang akan menggantikan porsi almarhum Ayah,” ungkap Ridoan.
Di waktu yang singkat itu, kata Faisal, dirinya tak menemui hambatan apa pun dalam proses menggantikan porsi Ayahnya. Atas izin Allah SWT, katanya, dia bisa berangkat haji.
“Semuanya tidak disangka-sangka, belum ada niat memang untuk ke situ (pergi haji). Tapi ini memang sudah ketentuan Allah SWT, mungkin inilah yang terbaik untuk saya. Dan bagi almarhum Ayah, saya dapat nanti mendoakannya disana,” terangnya.
Sesampainya di Makkah nanti, Faisal berharap bisa mendoakan anak istri, keluarga maupun seluruh masyarakat Indonesia.
Faisal melanjutkan, alm Ayahnya merupakan seorang pedagang rumah makan (RM) Rangkuti, di Jalan Mandala By Pass nomor 31 Medan. “Dan saya sekarang sebagai anak yang paling besar, yang meneruskan apa yang jadi amanah keluarga besar kepada saya,” pungkas anak pertama dari dua bersaudara ini.
Sementara, sang Ibu, Masraya Matondang bercerita, saat itu ia merasa terpukul atas berpulangnya sang suami. Pada hal waktu itu, ia dan alm sudah sempat melakukan manasik.
Bulan 3 tanggal 10 (2019), suami saya meninggal. Sudah manasik kami itu 4 bulan. Kemudian datanglah bantuan, untuk anak saya menggantikan,” kenangnya. (*)

