PROSUMUT – Perum Bulog Kanwil Sumut menegaskan kesiapan penuh dalam menyalurkan Bantuan Pangan kepada masyarakat selama Ramadan 1447 H, apabila penugasan resmi telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional.
Penyaluran Bantuan Pangan direncanakan berlangsung pada Februari hingga Maret 2026 dan akan dilaksanakan dalam satu kali penyaluran.
Berdasarkan rencana pemerintah, bantuan yang disalurkan kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng per PBP.
Bantuan tersebut merupakan alokasi dua bulan yakni Februari dan Maret 2026, yang disalurkan secara sekaligus guna membantu masyarakat dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan penyaluran Bantuan Pangan berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Perum Bulog Kanwil Sumut siap menyalurkan Bantuan Pangan sesuai dengan penugasan pemerintah.
Stok pangan dalam kondisi aman dan sistem distribusi telah dipersiapkan, sehingga apabila penugasan penyaluran telah ditetapkan maka Bulog dapat langsung melaksanakan penyaluran kepada masyarakat,” ujar Budi Cahyanto, Kamis 19 Februari 2026.
Untuk wilayah Sumatera Utara, jumlah PBP yang direncanakan menerima Bantuan Pangan pada periode Februari dan Maret tahun 2026 tercatat sebanyak 1.756.846 PBP.
Jumlah PBP ini mengalami peningkatan cukup signifikan dari alokasi periode sebelumnya di Oktober dan November 2025 sebanyak 844.696 PBP.
Dengan kesiapan yang telah dilakukan, Perum Bulog memastikan penyaluran Bantuan Pangan dapat segera dilaksanakan.
Harapannya, mampu membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan sehari-hari, khususnya selama bulan Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
Budi menambahkan, dengan alokasi tersebut, pihaknya membutuhkan 35.136 ton beras dan 7.027.384 liter minyak goreng.
“Jumlah yang sangat signifikan, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus upaya bersama Tim TPID Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemkot dalam pengendalian inflasi pangan terutama saat bulan puasa Ramadan, ” pungkas Budi Cahyanto. (*)
Editor: M Idris

