PROSUMUT – Indosat Ooredoo Hutchison mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,2 persen secara tahunan (year-on-year) sepanjang 2025, didukung peningkatan pendapatan dan strategi transformasi berbasis kecerdasan artifisial (AI). Perseroan membukukan total pendapatan Rp56,5 triliun selama tahun tersebut.
Pada kuartal terakhir 2025, pendapatan tumbuh 9 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter) menjadi Rp15,36 triliun.
Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk meningkat 53,5 persen secara kuartalan dan 12,2 persen secara tahunan menjadi Rp5,5 triliun.
EBITDA perusahaan juga naik 12 persen menjadi Rp26,6 triliun, mencerminkan fundamental keuangan yang dinilai tetap sehat serta kedisiplinan dalam pelaksanaan strategi bisnis.
“Perseroan menutup 2025 dengan momentum kuat melalui pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, serta kinerja laba bersih yang solid,” ujar President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam keterangan tertulisnya, Rabu 11 Februari 2026.
Ia menyebut pertumbuhan average revenue per user (ARPU) yang mencapai Rp44 ribu didorong oleh personalisasi berbasis AI, penguatan jaringan, serta fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan.
Selain itu, Indosat memperkenalkan sejumlah inovasi, termasuk fitur AI-powered 360 Scam and Spam Protection yang dirancang untuk melindungi pelanggan dari ancaman digital melalui platform berbasis teknologi agentic.
Seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital masyarakat, Indosat juga memperluas layanan fixed wireless access (FWA) melalui brand HiFi Air. Bersama layanan 5G, solusi tersebut kini telah tersedia di 24 kota di Indonesia. Hingga akhir 2025, perusahaan mencatat sekitar 400.000 pelanggan Home Broadband (HBB).
Melalui investasi berkelanjutan pada infrastruktur digital, operasional berbasis data, serta integrasi teknologi AI, Indosat menargetkan percepatan transformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan artifisial serta menghadirkan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan. (*)
Reporter: Nastasia
Editor: M Idris

