Prosumut
Ekonomi

Penerapan Kantong Plastik Berbayar Butuh Peraturan Menteri

PROSUMUT – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sudah mulai kembali menerapkan kantong plastik berbayar di sekitar 40.000 toko ritel. Harga yang akan dikenakan bervariasi mulai dari Rp200 per lembar.

Menanggapi itu, Ketua Umum Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia (KPPL-I), Puput TD Putra, menyambut baik atas inisiasi yang dilakukan Aprindo untuk kembali gunakan kantong plastik berbayar. Namun, upaya tersebut juga mestinya harus diperkuat oleh aturan pemerintah.

BACA JUGA:  LPS Persiapkan Aktivasi Program Penjaminan Polis Asuransi

“Kalau mau di terapkan Kantong Plastik Berbayar, saya melihatnya harus ada Peraturan Menteri atau Keputusan Menteri Bersama. Baik lewat Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” kata Puput, Jumat kemarin.

Ia mengatakan, untuk mendorong penggunaan plastik berbayar memang membutuhkan campur tangan dari pemerintah. Artinya, harus ada aturan yang jelas dari pemerintah pusat. Sebab berkaca pada tahun lalu program yang dicanangkan ini pun sempat tidak berjalan.

BACA JUGA:  LPS Persiapkan Aktivasi Program Penjaminan Polis Asuransi

“Bisa jadi ini akan terulang, jadi program gagal seperti program plastik berbayar tahap awal lalu dan tidak jelas pertangung jawabannya dan tidak transparasi peruntukan pemanfaatan dana hasil penjualannya,” kata Puput.

BACA JUGA:  LPS Persiapkan Aktivasi Program Penjaminan Polis Asuransi

Puput menyampaikan, KLHK pun sebenarnya sudah menginisiasi lebih dulu soal penerapan kantong plastik berbayar pada 2015. Inisiasi tersebut kemudian diikuti dengan munculnya surat edaran dari Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3.

Namun, kantong plastik berbayar tidak berlanjut pada 2016 karena gerakan tersebut tidak kunjung dibuatkan payung hukum. (*)

Konten Terkait

Wow… Ditaksir Punya Aset Rp 19,6 T, Ini Sosok Pria Batak Di Daftar Orang Terkaya Versi Forbes

Val Vasco Venedict

Mencegah Persaingan Usaha, KPPU Kembali Bekerjasama dengan USU

Bulog Sebut Beras Oplosan Tidak Beredar di Sumut; Kebutuhan 110 Ribu Ton, Baru Tersalurkan 300

Periode Nataru, Penggunaan Pertalite dan Pertamax Naik 12 Persen

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Resi Gudang di Kuartal III 2021 Meningkat 86 Persen

Realme C85 Series, Smartphone Tangguh dan Dapat Diandalkan di Kondisi Ekstrem

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara