Prosumut
Hukum

Tersangka Bentrok di DPRD Sumut 40 Orang, Mantan Aktivis Berang

PROSUMUT – Polda Sumut menetapkan 40 orang sebagai tersangka terkait bentrok dalam aksi demo di gedung DPRD Sumut pada Selasa lalu, 24 September 2019.

“Dari 55 orang yang diamankan ditambah 1 orang (terduga teroris), 40 ditetapkan sebagai tersangka. Sebagian besar mereka merupakan mahasiswa dari berbagai pengurangan tinggi di Medan,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja di Markas Polda Sumut, Kamis 26 September 2019.

Kata dia, terhadap 15 orang lagi yang statusnya sebagai saksi. Mereka telah dipulangkan.

“Sebanyak 15 orang tidak terbukti dan hanya sebagai saksi,” ucapnya.

BACA JUGA:  Kejatisu Atensi Soal Lahan Proyek PLTA di Pakpak Bharat

Tatan mengaku, penetapan 40 orang sebagai tersangka itu dilakukan setelah mereka melakukan gelar perkara. Hasilnya, dinilai memiliki peran dalam tindak pidana yang terjadi pada kerusuhan itu.

“Para tersangka dinilai telah melakukan perusakan, penghasutan, atau kekerasan secara bersama-sama, dan menyerang petugas,” bebernya.

Disebutkan dia, ke-40 orang ini masing-masing perannya berbeda-beda. Oleh sebab itu, pasal yang diterapkan juga berbeda-beda.

“Mereka dikenakan Pasal 200 ayat (1) e subs Pasal 160 subs Pasal 170 KUHP, kemudian Primair Pasal 214 subs Pasal 213 lebih subs Pas 218 KUHP,” pungkas Tatan.

BACA JUGA:  DPRD Sumut: Pemindahan Ilyas Sitorus ke Lapas Nusakambangan Tak Proporsional

Sedangkan di sisi lain, beredarnya kabar pengeroyokan sejumlah oknum polisi kepada seorang mahasiswa baik di pelataran parkir DPRD Sumut, Rumah Sakit dan tempat lainnya mengundang reaksi berang dari masyarakat.

Video kekerasan oknum Polri kepada pedemo beredar luas di media sosial. Karena itu, seorang mantan aktivis di Kota Medan, Andi Yudhistira L. Tobing menyebutkan bahwa itu merupakan perbuatan keji. Peristiwa itu katanya, menunjukkan seolah hukum tidak lagi menjadi panglima.

“Harusnya Negara bisa menjadi harapan untuk rakyat mendapatkan kedamaian dan keadilan,” sebutnya.

BACA JUGA:  Hentikan Penggusuran dan Represifitas pada Kelompok Tani Padang Halaban

Andi juga mengomentari video pemukulan diduga oleh oknum aparat kepada pedemo yang terluka di rumah sakit. Saat itu sejumlah orang terlihat mengelilingi seorang yang berada di tempat tidur pasien.

Tak lama berselang, kain penutup dipasang, dan saat itu pula seorang yang terlihat mengenakan topi gelap dan bergambar dua bunga di depannya, mengayunkan tangannya ke arah tempat tidur.

“Sekalipun yang terbaring itu pelaku kriminal, tidak ada satu orang warga negara atau penegak hukum berhak melakukan tindakan di luar hukum,” pungkasnya. (*)

Konten Terkait

Sebarkan Berita Hoaks Saksi Prabowo Dibunuh, EY Ditangkap

Editor prosumut.com

Angka Kejahatan Menurun, MUI Sergai Apresiasi Polres Sergai

Editor prosumut.com

Tersangka Penipuan & Penggelapan Rp2,9 Miliar tak Ditahan Kejatisu

Editor prosumut.com

Antisipasi Covid-19, Polres Sergai Gelar Jam Besuk Daring

admin2@prosumut

Berburu Fee Berbuah OTT

Val Vasco Venedict

AKBP Agus Pimpin Apel Siaga Polres Tebingtinggi 

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara