PROSUMUT – Dalam sidang pembacaan sidang putusan, majelis hakim konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil pilpres yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Menurut Mahkamah, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum. Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan memimpin Indonesia periode 2019-2024.
Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan, rupiah diperkirakan akan menguat, meski relatif terbatas mengingat ini periode akhir bulan yang rawan profit taking di pasar keuangan maupun pemenuhan kebutuhan rutin dollar di periode akhir bulan dari pelaku bisnis maupun BUMN dan pemerintah,” ujar Myrdal Jumat (28/6).
Di pasar spot Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau menguat tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan. Pada pukul 07.30 WIB, nilai tukar rupiah terpantau berada pada posisi Rp 14.140 per dollar AS, menguat 37,5 poin atau 0,26 persen dibandingkan perdagangan yang lalu. Meski secara year to date atau sejak Januari, nilai tukar rupiah masih melemah 1,74 persen.
Sementara itu, sentimen eksternal seperti perang dagang dan ketidakstabilan pasar keuangan global yang juga memengaruhi pergerakan rupiah masih belum dominan hari ini. Rupiah Melemah Terakhir kali, pemerintah Trump menaikkan bea masuk dari 10 persen menjadi 25 persen untuk 200 miliar dollar AS produk impor asal China. (*)