PROSUMUT – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam memulihkan dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan pascabencana di wilayah Aceh dan sekitarnya.
Kini, PLN berhasil mengoperasikan sirkuit kedua jaringan transmisi Langsa-Pangkalan Brandan, melengkapi sirkuit satu Langsa-Pangkalan Brandan yang telah lebih dahulu beroperasi.
Dengan beroperasinya dua sirkuit tersebut, jalur transmisi ini kini kembali berfungsi secara penuh.
Sebelumnya, PLN juga telah mengoperasikan sirkuit kedua jaringan transmisi Arun-Bireuen, yang melengkapi sirkuit pertama pada jalur yang sama.
Penyelesaian dan pengoperasian jalur-jalur strategis ini menjadi bagian penting dari langkah pemulihan sistem kelistrikan serta penguatan infrastruktur transmisi pasca bencana yang sempat berdampak pada keandalan jaringan di wilayah Aceh dan sekitarnya.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, menyampaikan bahwa beroperasinya kembali jaringan transmisi tersebut merupakan tonggak penting dalam menjaga stabilitas dan keandalan pasokan listrik pasca bencana.
“Pengoperasian penuh jaringan transmisi Langsa-Pangkalan Brandan serta Arun-Bireuen merupakan upaya PLN dalam memperkuat interkoneksi sistem Aceh dengan sistem Sumatera pasca bencana.
Dengan sistem yang semakin kuat dan berlapis, pasokan listrik menjadi lebih andal serta mampu mengantisipasi potensi gangguan ke depan,” ujar Amiruddin dalam keterangannya, Jumat 2 Januari 2026.
Ia menambahkan, penguatan interkoneksi Aceh-Sumatera pasca bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan kondisi sistem, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan layanan kelistrikan bagi masyarakat, dunia usaha, serta fasilitas vital di wilayah Aceh dan Sumatera Bagian Utara.
Dengan beroperasinya kembali dan semakin kuatnya jaringan transmisi tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang tangguh, andal, dan berkelanjutan pasca bencana, guna mendukung pemulihan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)
Reporter: Nastasia
Editor: M Idris

