Prosumut
Ekonomi

Media Sosial Dibatasi Pemerintah, Pedagang Online: Menyusahkan!

PROSUMUT – Terkait isu politik usai Pemilu 2019, pemerintah telah memutuskan untuk membatasi akses media sosial dalam tiga hari ke depan.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir hoaks terkait aksi 22 Mei dan keputusan KPU.

Efek pembatasan media sosial pun langsung terasa ke masyarakat yang sehari-hari menggunakan media sosial untuk berbisnis.

Para pedagang online kini mengeluh kesusahan karena media sosial tidak bekerja.

“Jadi menyusahkan banget,” kata seorang pedagang online, Indah Pratiwi kepada Prosumut, Rabu 22 Mei 2019 malam.

BACA JUGA:  Honor X7d dan X6c Terbaru, Smartphone Tangguh dengan Daya Tahan Baterai Besar dan Pengalaman AI yang Lebih Cerdas

Ia mengatakan saat ini sulit membuka Instagram dan juga melihat bukti pembayaran dari pelanggannya.

“Apalagi olshop kan pasti gunain sosmed ya. Terutama instagram, blm lg kalo cust kirim screenshoot baju ke wa kita,” tambah pemilik Online Shop Kedai Hijab Aletta tersebut.

Senada, Nirmala seorang pedagang makanan online juga merasakan hal yang sama.

Ia mengatakan saat ini kesusahan mendapatkan bukti transfer dari pelanggannya.

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Pastikan Kesiapan Avtur Dukung Penerbangan Mudik Ramadan dan Idul Fitri 2026

“Payah lah. Kan gini ya, orang pesan barang trus dia transfer uang, lalu kirim foto bukti transfer baru kita kirim barang. Ini kan bukti transfer gak bisa terkirim jadi tertunda kita kirim barang,” kata dia.

Nirmala berharap pelanggannya mau mengerti karena ini benar-benar kesalahan teknis. Meski saat ini pesanan sedang banyak-banyaknya karena menjelang lebaran.

“Kita ini kan pedagang kecil-kecilan. Mainnya pun di Facebook sama Instagram saja. Kita berharap ini segera berakhir ya. Sulit rasanya seperti ini. Aman-aman aja lah maunya ya kan,” ucapnya lagi.

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Hadirkan Serambi MyPertamina di Bandara dan Tol Sumatera Utara

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara mengatakan gangguan media sosial ini dilakukan bertahap dan sementara. Akibatnya, pengguna akan kesuliutan ketika mengunduh atau mengunggah foto dan video karena aksesnya melambat.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks lewat media sosial. Sebab, penyebaran video dan foto ini punya pengaruh psikologis yang sangat besar bagi penerimanya. (*)

Konten Terkait

Pasar Keuangan Rakyat 2025, Tingkatkan Literasi dan Akses Masyarakat

Editor prosumut.com

Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Editor prosumut.com

Langganan CubMu via MyTelkomsel, Dapatkan Tambahan Kuota MAXstream

Editor prosumut.com

Musperin Ajak Pengunjung Kenali Perkebunan Sawit Lewat Teknologi Multimedia

Editor prosumut.com

AEM Special Meeting 2022, Mendag Lutfi Bicara Relevansi ASEAN

Editor prosumut.com

OJK Dukung Kemendes Dirikan Lembaga Keuangan Desa

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara