Prosumut
Ekonomi

Kinerja Telkomsel Melemah, Pendapatan Turun Rp 2,3 T

PROSUMUT – Kinerja PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) melemah dalam beberapa tahun terakhir.

Melemahnya kinerja operator seluler yang mengklaim terus berkomitmen memberikan inovasi layanan komunikasi digital terbaik ini, tercermin dari menurunnya pendapatan.

Menurut data yang dirilis oleh Telkom Indonesia, induk usaha Telkomsel, yang dikutip Prosumut.com melalui Rmol, Senin 21 April 2025, pendapatan Telkomsel terus mengalami penurunan sejak tahun 2022.

Pada tahun tersebut, pendapatan tercatat sebesar Rp 10,7 triliun. Akan tetapi, angkanya turun hingga Rp 8,4 triliun pada 2024 (turun Rp 2,3 triliun)

Di sisi lain, daya saing Telkomsel dengan operator seluler lainnya juga kalah.

Pangsa pasar Telkomsel mulai tergerus oleh kompetitor, seperti Indosat Ooredoo Hutchison dan XL Axiata, yang lebih agresif dalam menawarkan paket data murah dan kolaborasi layanan digital.

Kondisi ini dimungkinkan karena kurangnya
inovasi dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen. Sebab, masyarakat Indonesia semakin bergeser ke layanan data, namun strategi monetisasi data Telkomsel belum optimal.

Mungkin juga penurunan kinerja diakibatkan oleh beban biaya operasional khususnya untuk ekspansi jaringan 4G dan uji coba 5G, yang belum memberikan hasil sebanding dengan investasi yang dikeluarkan.

Faktor lain penurunan kinerja kemungkinan diversifikasi bisnis digital yang diupayakan Telkomsel belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Karena itu, penurunan kinerja ini harus mendapat perhatian serius. Terlebih, penurunan tersebut bisa berdampak pada hilangnya pendapatan dan menurunnya posisi kompetitif di pasar telekomunikasi Indonesia.

Sejak 2021-2024, Telkomsel kehilangan pangsa pasar (market share) sebesar 7,3 persen (dari 56,2 persen pada 2021 menjadi 48,9 persen pada 2023.

Mobile revenue share Telkomsel juga terus menurun. Tahun 2021 89,04 Tn (56,2 persen) 2023 86,38 Tn (48,9 persen), dan penurunan berlanjut dengan turunya titik persentase (pp) yang signifikan.

Penurunan ini menunjukkan tekanan kompetitif dari operator lain yang berhasil meningkatkan pangsa pasarnya, sementara Telkomsel kesulitan mempertahankan dominasi.

Belum lagi Average Revenue Per User (ARPU) yang stagnan di kisaran 44K-48K (2020-2024), tanpa pertumbuhan berarti, dan di akhir 2024 ARPU kembali turun ke 44K, sama seperti tahun 2020.

Sedangkan operator lain menunjukkan peningkatan ARPU, seperti kenaikan +4,9 persen pada salah satu kompetitor. (*)

Editor: M Idris

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Pastikan Distribusi BBM di Wilayah Simalungun Terus Berjalan

Konten Terkait

Hadiri RUPS Bank Sumut, Ondim: Mitra Strategis Bangun Ekonomi Daerah

Editor prosumut.com

Dongkrak Investasi Asing, BI Luncurkan Website NSI

admin2@prosumut

Komersialisasi 5G Ciptakan Pasar Bernilai Triliunan, Huawei Dorong Peningkatan pada Empat Area Industri

Editor prosumut.com

Bangun Sosial Media Kreatif untuk Kembangkan Usaha

Editor prosumut.com

Inilah Para Pewaris Emporium Bisnis Properti Ciputra

valdesz

Utang Pemerintah Tembus Rp4.498 T

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara