Prosumut
Kesehatan

Jangan Diskriminasi Penderita Covid-19

PROSUMUT – Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) khususnya, diminta jangan mendiskriminasi penderita virus corona atau Covid-19 baik yang dirawat maupun yang sudah sembuh. Sebab, hingga kini masih stigma tersebut di masyarakat.

“Jika ada penderita Covid-19 yang tinggal di sekitar rumah dan mengalami karantina mandiri, maka perlu diciptakan suasana yang aman. Mereka tidak merasakan perilaku diskriminatif dari warga di sekitarnya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah dalam keterangan persnya, Senin sore 20 April 2020.

Bahkan, lanjut dia, masyarakat diharapkan bisa membantu salah satunya dengan cara menyediakan kebutuhan sehari-hari selama masa karantina. Namun, tetap menjaga jarak aman.

“Terpapar virus corona bukanlah aib atau kutukan dari Tuhan. Stigmatisasi yang mendorong ke tindakan diskriminasi terhadap mereka yang terpapar harus dilawan,” ucapnya.

Aris menyebutkan, hingga Senin sore jumlah orang positif Covid-19 yang sembuh sebanyak 13 orang. Sedangkan yang meninggal dunia 10 orang.

Sementara, pasien positif Covid-19 berjumlah 106 orang, dengan rincian 83 orang berdasarkan  pemeriksaan PCR dan 23 orang rapid test. “Untuk jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang saat ini dirawat 148 orang, dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) 1.749 orang, pungkasnya. (*)

 

Reporter  : Rayyan Tarigan
Editor       : Iqbal Hrp
Foto          :

Konten Terkait

Cegah Stunting, Dinkes Medan Intervensi Serentak di Seluruh Posyandu

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Batuk dan Sesak, Pengidap Malaria di Kisaran Jadi PDP

admin2@prosumut

Data Terbaru Covid-19 Sumut, 19 Daerah Sumbang Kasus Positif

Editor Prosumut.com

RSUP HAM Kirim Nakes untuk RS Lapangan Covid-19 ke Jakarta

Puncak Harganas ke 32 di Labuhanbatu, BKKBN Sumut: Kualitas Keluarga Tentukan Arah Kemajuan Bangsa

Nakes dan Pegawai RSUD Pirngadi Medan Latihan Kebencanaan

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara