Prosumut
Kesehatan

Gangguan Mental, Salah Satu Pemicu Pembunuhan

PROSUMUT – Akhir akhir ini, banyak terjadi pembunuhan dikalangan keluarga sendiri. Seperti di Sumatera Utara maupun di Bekasi baru baru ini.

Menurut psikolog klinis dari personal Growth, Veronica Adesla mengatakan, pelaku pembunuhan atau pembunuh apapun alasannya tetap merupakan perilaku yang tidak terpuji. Bahkan pelaku pembunuhan menikmati bisa jadi mengindikasikan adanya gangguan mental.

“Pelaku pembunuhan serial dan orang yang menikmati ketika melakukan pembunuhan dapat menjadi indikasi pelaku mungkin memiliki gangguan mental (psikologis), seperti antara lain psychopath atau sadistic personality disorder,” katanya belum lama ini.

Namun, kebanyakan pelaku pembunuhan melakukan secara sadar, baik direncanakan maupun tidak. Serta setelah dilakukan pemeriksaan kebanyakan dari mereka tidak mengalami gangguan mental.

“Berdasarkan jurnal-jurnal penelitian yang saya baca, kebanyakan pelaku pembunuhan terbukti melakukannya secara sadar dan tidak mengalami gangguan mental,” tuturnya.

“Bila berdasarkan hasil proses pemeriksaan, selain menjalani masa hukuman, pelaku harus mendapatkan intervensi medis maupun psikologis maka hal ini haruslah dituntaskan,” lanjut Vero.

Orang yang mengidap gangguan kepribadian ini merasa dirinya selalu dalam kondisi bahaya, selalu muncul rasa ketidakpercayaan dan kecurigaan tak henti-hentinya pada orang lain, meskipun tidak ada alasan untuk merasa curiga.(*)

Konten Terkait

Hingga Oktober 2019, Ada 14 Pasien Suspect Difteri di RS Adam Malik

Editor prosumut.com

RSUP HAM: Tidak Ada Penderita Hidrocypalus Asal Balige Bernama Gilberth Tampubolon

Editor prosumut.com

Satu Lagi Warga Tebingtinggi Positif Covid-19 Meninggal Dunia

admin2@prosumut

Satu Lagi Warga Asahan Positif Covid-19

admin2@prosumut

Zonasi Covid-19 di Sumut, Bebas Zona Merah

Editor prosumut.com

Pasien Positif Covid-19 Sumut Naik Drastis, 1.232 Kasus

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara