Prosumut
Berita

FJPI Sumut Dorong Jurnalis Perempuan Berdaya dan Aman di Era Digital

PROSUMUT – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara menggelar talk show bertajuk “Jurnalis Perempuan di Era Digital” di Serayu Cafe and Space, Medan, Selasa 10 Februari 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Divisi Advokasi FJPI Sumut sekaligus Jurnalis Tempo, Mei Leandha dan Direktur Aliansi Sumut Bersatu (ASB) yang juga Komisioner Komnas Perempuan periode 2020-2025, Veryanto Sitohang.

Dalam pemaparannya, Mei Leandha menyoroti tantangan besar yang dihadapi jurnalis di era digital, khususnya jurnalis perempuan.

Derasnya arus informasi di media sosial, menurutnya, kerap mendorong jurnalis mengejar isu viral tanpa pendalaman yang memadai.

“Kecepatan informasi melahirkan budaya copy paste, keinginan serba cepat, hingga liputan yang tidak mendalam. Akibatnya, muncul kecenderungan meninggalkan tulisan panjang,” ujar Mei.

Ia juga mengingatkan kerentanan jurnalis perempuan terhadap kejahatan fisik maupun digital, terutama saat melakukan liputan investigasi.

Di tengah belum kuatnya perlindungan hukum bagi jurnalis, Mei menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri dan kesehatan mental.

“Kalau bukan kita yang menjaga mental kita sendiri, siapa lagi? Jangan sampai pekerjaan jurnalistik menggerus kesehatan dan keselamatan kita sehari-hari,” tegasnya.

Sementara itu, Veryanto Sitohang menilai ruang kebebasan pers saat ini semakin menyempit, ditandai dengan meningkatnya intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis.

Ia menyinggung kasus pembakaran rumah jurnalis di Kabupaten Karo sebagai salah satu contoh nyata.

Menurut Very, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya konsolidasi dan solidaritas antarsesama jurnalis agar tidak mudah dipecah dan dilemahkan.

Dalam konteks kekerasan seksual, Very menyebut jurnalis perempuan memiliki peran strategis sebagai penyambung lidah korban.

Dia mengatakan FJPI Sumut selama ini aktif melakukan pendampingan, merujuk korban ke lembaga terkait, serta mengawal kasus hingga proses hukum.

“Jurnalis perempuan adalah sahabat korban. Kami hadir, merawat, dan mengawal. Ini bagian dari kerja jurnalistik yang berperspektif kemanusiaan,” katanya.

Very berharap FJPI terus menguatkan konsolidasi internal dan memberikan masukan kepada pemerintah agar jurnalis perempuan mendapatkan pengakuan serta regulasi yang mendukung keselamatan dan kenyamanan dalam bekerja.

Ketua Umum FJPI, Khairiah Lubis, turut menyoroti semakin menguatnya kepemimpinan perempuan di media nasional.

Sejumlah media besar seperti CNN Indonesia, IDN Times, dan Kompas TV kini dipimpin oleh perempuan.

Menurutnya, hal tersebut menjadi peluang strategis untuk menghadirkan pemberitaan yang lebih sensitif terhadap isu perempuan dan kekerasan berbasis gender.

Khairiah juga mengungkapkan sejarah pers perempuan di Sumatera Utara. Ia menyebut surat kabar perempuan pertama di daerah tersebut adalah Koran Perempoean Bergerak, yang menandai peran penting perempuan dalam perkembangan pers dan media pergerakan sejak awal.

Sementara itu, Ketua FJPI Sumut, Khairunisak Lubis, mengatakan peringatan HPN 2026 menjadi momentum untuk mendorong jurnalis perempuan agar semakin berdaya, solid, serta bijak memanfaatkan teknologi digital.

“Harapannya, jurnalis perempuan mampu menghadirkan jurnalisme yang berkualitas, beretika, dan berpihak pada kemanusiaan,” ujarnya. (*)

Reporter: Nastasia

Editor: M Idris

Konten Terkait

Sampoerna Academy Hentikan Proses Penerimaan Seorang Siswa Kelas 8 Karena Ada Perilaku Tidak Sesuai

Editor prosumut.com

Pelantikan Anggota KPID Sumut 2022-2025 Melawan Hukum, Ranto: Semuanya Main Kekuasaan!

Editor prosumut.com

12 Rumah Doa di Seminarium Sipoholon Diresmikan, RE: Tindakan Terpuji Abadikan Nama Tokoh

Editor prosumut.com

LBH Larang Tindakan Tembak Mati Begal , Rudy Hermanto : Hal ini diperlukan jika Situasi sudah Mencekam

Editor prosumut.com

N4J, YSKI & Palito Salurkan Sembako ke Warga Jalan Agenda, Medan

valdesz

Rakor Lintas Sektoral terkait Covid-19, Bupati Pakpak Bharat Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara