Prosumut
Pendidikan

Dampak Pandemi, Penerimaan Mahasiswa di Sumut Turun 70 Persen

PROSUMUT – Dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Utara (Sumut). Penerimaan mahasiswa baru di PTS turun hingga 70 persen.

“Penerimaan mahasiswa baru (PTS) tahun ini turun 60 hingga 70 persen,” ujar Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut, Dr Muhammad Isa Indrawan saat menjadi narasumber dalam acara Webincang Unpab TV Talkshow di Kampus I Unpab Medan, Senin 28 September 2020.

BACA JUGA:  Kadis Pendidikan di Sumut Absen saat Kunker Komisi X DPR RI

Isa yang juga Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan mengatakan, biasanya di bulan September Unpab sudah menerima 4.200 mahasiswa baru. “Kita baru menerima 3.200 mahasiswa yang terdaftar,” sebutnya.

Kata Isa, dampak lainnya juga turut dirasakan oleh mahasiswa PTS. Sebanyak 67.000 dari 254.000 mahasiswa PTS di Sumut terpaksa cuti kuliah akibat faktor ekonomi terdampak Covid-19.

“Orang tua mahasiswa tak mampu lagi membayar uang kuliah akibat dampak ekonomi Covid-19. Mereka memilih cuti kuliah,” bebernya.

BACA JUGA:  Sofyan Tan Resmikan Ruang Kelas Baru SD Negeri 101752 Klambir Lima, Canangkan Gerakan Penghijauan

Kendati demikian, lanjut Isa, dalam kondisi pandemi ini kampus tetap harus bisa menjalankan protokol kesehatan agar angka penularan Covid-19 tidak bertambah.

“Kata kuncinya di masa pandemi adalah digitalisasi. Kita harus melakukan digitalisasi dalam seluruh sektor. Jepang sudah melakukan itu, dan kita harus menuju ke situ,” tuturnya.

Oleh karena itu, dalam proses perkuliahan Unpab melakukan blended learning (pembelajaran campuran). Metode pembelajaran ini sesuai dengan program Mendikbud Nadiem Makarim lewat kampus merdeka atau merdeka belajar.

BACA JUGA:  Sofyan Tan Resmikan Ruang Kelas Baru SD Negeri 101752 Klambir Lima, Canangkan Gerakan Penghijauan

“Ke depan 60 -70 persen mata kuliah yang diajarkan ke mahasiswa tak lagi belajar di kampus. Jika ada 150 SKS, lebih separuhnya akan belajar di luar kampus. Jadi, ini perpaduan KKNI dengan blended e-learning,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Buntut Cerpen LGBT, Biro Mahasiswa Ambil Alih Persma USU

Val Vasco Venedict

Dukung Program Pemerintah, Indosat Ooredoo Beri Kuota Internet Pendidikan

Editor Prosumut.com

Anaknya Lanjut ke Perguruan Tinggi, Orangtua Mahasiswa Penerima KIP Kuliah di Universitas ST Bhinneka Terharu

Editor prosumut.com

HGN 2025, Sofyan Tan: Guru Butuh Perlindungan Hukum, Jaminan Kesejahteraan dan Kesetaraan

Editor prosumut.com

Alokasi Gaji Guru Honorer dari Dana BOS Dinilai Terlalu Kecil

Ridwan Syamsuri

Farmasi USU Bimbing Siswa SMK Wirausaha Shampoo Antiketombe Berbahan Alam

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara