PROSUMUT – Seluruh camat maupun kepala Puskesmas (kapus) wajib aktif monitoring kondisi lapangan guna memastikan validasi data sekaligus kehadiran bayi di Posyandu.
Rutinitas itu diyakini mampu menembus target penekanan angka stunting.
Pasalnya, saat ini persoalan penurunan angka stunting menjadi tren positif di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, tak terkecuali Sumatera Utara.
Karena itu, tak ada pilihan selain menjalankaan strategi intervensi yang tepat guna pencapaian dimaksud.
“Jika saja, seluruh camat maupun kepala Puskesmas proaktif secara rutin memonitor keadaan lapangan dengan memastikan validitasi data serta kehadiran bayi di Posyandu, ayo kita yakini bersama target kita akan tercapai,” kata Pj Bupati Langkat M Faisal Hasrimy ketika berlangsung rapat Evaluasi Intervensi Serentak Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Langkat 2024, Selasa 16 Juli 2024.
Masih kata dia, pada rapat yang berlangsung di ruang pola kantor bupati, sejak dimulainya kegiatan pada 10 Juni lalu memperlihatkan tren positif yakni penurunan angka stunting di Indonesia mengalami hasil cukup signifikan.
“Karenanya dengan strategi dan kerjasama yang baik antara kepala puskesmas dengan camat, kita bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi. Dengan harapan tentunya, angka stunting dapat kita turunkan bahkan mencapai titik zero atau nol,” ujar Faisal.
Kegiatan yang dibuka Kepala Bappeda Langkat, Rina Marpaung, bertujuan menitikberatkan persoalan review sekaligus mengevaluasi intervensi serta percepatan stunting yang dimulai sejak 10 hingga 30 Juni lalu.
Sekaligus, juga mengetahui sejauh mana progres aplikasi manajemen data stunting di Kabupaten Langkat. (*)
Reporter: Jie
Editor: M Idris