Prosumut
Anggota DPRD Medan, Ahmad Afandi Harahap.
Politik

Anggota DPRD Medan Apresiasi 100 Hari Kinerja Kapolrestabes

PROSUMUT – Anggota DPRD Medan Ahmad Afandi Harahap mengapresiasi 100 hari kinerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak beserta jajaran.

Pasalnya, di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak berhasil mengungkap 526 kasus narkotika dengan 718 tersangka.

Dari ratusan kasus dan tersangka tersebut, diamankan barang bukti narkoba berupa 156 kg sabu, 3 kg ganja, 60 ribu butir pil ekstasi, 400 butir pil happy five, 250 botol liquid vape (vod vaping liquid), 60 botol ketamin cair, 800 botol minuman beralkohol berbagai merek.

Menurut Ahmad Afandi Harahap, capaian itu bukan sekadar statistik tetapi alarm keras bahwa Kota Medan sedang menghadapi ancaman narkoba yang serius dan terorganisir.

“Ini kerja nyata yang patut diapresiasi. Pengungkapan ratusan kasus dalam 100 hari menunjukkan Polrestabes Medan bekerja dengan keberanian dan keseriusan,” kata Ahmad Afandi Harahap kepada wartawan, Minggu 22 Februari 2026.

Politisi muda Partai Demokrat ini menyebutkan langkah agresif pemberantasan narkoba di Medan tersebut sejalan dengan program Presiden RI Prabowo Subianto dalam Astacita ke-7, serta instruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk memukul jaringan narkotika dari hulu ke hilir.

Ia menyoroti strategi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) yang menyasar barak narkoba, loket-loket peredaran, tempat hiburan malam hingga pengungkapan kasus besar yang melibatkan jaringan nasional dan internasional.

“Pendekatan GSN ini penting karena memukul langsung titik-titik distribusi. Tapi pekerjaan rumahnya adalah memastikan efek jera, bukan hanya tangkap pelaku kecil, melainkan bongkar bandar dan jaringan di belakangnya,” ucapnya.

Afandi menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa dibebankan ke polisi semata. Perlu kolaborasi lintas sektor, seperti Pemko Medan memperkuat pencegahan, DPRD Medan mendorong kebijakan dan anggaran rehabilitasi, serta masyarakat aktif melapor.

“Kita butuh ekosistem perlawanan narkoba. Polisi menindak, pemerintah memperkuat pencegahan dan rehabilitasi, DPRD Medan mengawal regulasi dan anggaran, masyarakat jadi mata dan telinga di lingkungan masing-masing,” sebutnya.

Ia juga mendorong agar pengungkapan kasus besar diarahkan pada upaya memiskinkan bandar narkoba lewat penyitaan aset hasil kejahatan.

“Kalau hanya menangkap kurir dan pemakai, jaringan akan tumbuh lagi. Bandar harus dimiskinkan, asetnya disita, aliran uangnya diputus. Itu baru efek jera yang sesungguhnya,” tegas Afandi.

Dia menekankan bahwa apresiasi atas kinerja 100 hari Kapolrestabes Medan tidak boleh membuat publik lengah.

“Kami di DPRD Medan akan terus memberi dukungan politik dan pengawasan. Apresiasi itu penting, tapi pengawasan lebih penting agar perang melawan narkoba ini konsisten, berkelanjutan, dan benar-benar memutus jaringan sampai ke akar,” tukasnya. (*)

Editor: M Idris

Konten Terkait

Puskaptis: Selisihnya Tipis, Jokowi-Ma’ruf Masih Terkejar

Val Vasco Venedict

Dukung Balon Lain, Ketua Demokrat Binjai Selatan Diberi Pilihan

Editor prosumut.com

Suhari Pane-Irwan Serahkan Data Paslon Independen ke KPU Labuhanbatu

Editor prosumut.com

Masyarakat Harap Bobby Nasution Jeli Memilih Wakil 

admin2@prosumut

Beriman-Trendi Kunjungi dan Doakan Kesembuhan Pasien di RSU Pabatu

Editor Prosumut.com

Menanti 17 April 2019, Pemilu Satu Hari Terbesar di Dunia

Val Vasco Venedict
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara