Prosumut
EkonomiOtomotif

Masa Depan Bus Listrik Meragukan : Selain Mahal, Daya Jelajahnya Rendah

PROSUMUT – Harga bus listrik yang mahal menjadi kendala bagi perusahaan otobus untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan ini.

GM Goverment Relation PT Mobil Anak Bangsa (MAB) Puryanto mengatakan perusahaan otobus saat ini sulit untuk menggunakan kendaraan listrik karena harga yang masih mahal dan belum bisa digunakan untuk jarak jauh. Hal itu dipengaruhi oleh teknologi baterai dan infrastruktur pendukung untuk pengisian daya listrik dengan cepat.

BACA JUGA:  Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumut Imbau Pelaku Usaha Isi Data Akurat dan Jujur

Dia juga menilai dukungan perusahaan pembiayaan melalui suku bunga yang kompetitif juga sangat penting bagi perusahaan otobus yang ingin menggunakan bus listrik karena mayoritas pembelian dilakukan secara kredit.

Dia mengatakan, harga bus listrik saat ini masih mahal lantaran komponen baterai. Bus MAB dipasarkan mulai dari Rp 4,5 miliar, tergantung spesifikasi yang diminta oleh calon konsumen.

“Harga Rp4,5 miliar itu sudah termasuk karoseri artinya unit utuh. Kurang lebihnya belum kami finalisasi akan clear kalau sudah ada calon pembeli dengan spesifikasi yang diminta,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

BACA JUGA:  Dukung Promosi Produk UMKM, Pertamina Sumbagut Gelar Pasar Berkah Ramadan

Puryanto menuturkan, hingga sejauh ini bus listrik MAB telah dibeli oleh PT Paiton Energy, perusahaan pembangkit listrik di Jawa Timur.

Bus listrik itu digunakan untuk bus karyawan mengganti bus konvensional karena perusahaan merupakan perusahaan listrik.

Dia mengatakan, beberapa pemerintah daerah juga telah menyatakan minat untuk menggunakan bus listrik.

Menurutnya, Pemda pun perlu mengalokasikan dana untuk membeli bus listrik dalam APBD.

BACA JUGA:  Pertamina Sumbagut Perkuat Koordinasi dengan Pemko Medan, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

MAB, katanya, akan memberikan alat pengisian daya secara gratis jika membeli 4 unit bus. Adapun untuk pembelian 1 unit, perusahaan yang didirikan oleh Moeldoko ini juga menyediakan alat pengisian daya tetapi tidak gratis.

“Nanti tinggal disambung ke PLN. Kami usulkan adanya semacam subsidi untuk tambah daya karena cukup mahal. Kami harapkan adanya kemudahan dari pemeritah,” katanya. (*)

Konten Terkait

Public Expose Live 2022, WIKA Fokus Tuntaskan Proyek G20

Editor prosumut.com

“The Captain of Industries”, Eldin Tantang Millenials jadi Entrepreneur

Ridwan Syamsuri

Sidak ke Distributor, Mendag Minta Migor Segera Digelontorkan ke Pasar

Editor prosumut.com

GM Berkomitmen Berikan Layanan Purna Jual kepada Seluruh Pelanggan Indonesia

Pro Sumut

Pengamat Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi Sumut 4,65 Persen Sangat Rendah

admin2@prosumut

102 Pelaku Usaha Meriahkan Festival Kuliner Medan

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara