Prosumut
Ekonomi

Sektor Pariwisata jadi Kunci Dampak Ekonomi

PROSUMUT – Sektor pariwisata di Indonesia dianggap sangat potensial untuk menjadi kunci dan solusi dalam menghadapi dampak ekonomi akibat perang dagang yang memanas antara Amerika Serikat dan China.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widya mengatakan, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, sektor pariwisata dapat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi suatu negara.

“Sejak ditetapkan sebagai leading sector, pariwisata diharapkan menjadi salah satu sektor unggulan penghasil devisa negara. Apalagi ketika perang dagang antara Amerika Serikat dan China mulai memberi dampak bagi perekonomian global, termasuk Indonesia,” katanya belum lama ini.

BACA JUGA:  MES Usung Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kedelai

Dikatakannya, salah satu jalan pintas yang bisa digunakan untuk menyelamatkan devisa negara adalah sektor pariwisata. “Analisis sementara menunjukkan industri pariwisata tidak terpengaruh oleh perang dagang. Meski sedang terjadi perang dagang, orang-orang tetap berwisata,” katanya.

BACA JUGA:  Pertamina Turunkan Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Mulai 1 Agustus 2026

Namun yang mesti mendapat perhatian pemerintah dan para stakeholder bukan tentang seberapa banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, tapi seberapa besar uang yang masuk dari sektor ini.

“Yang penting, seberapa besar dana yang dihabiskan wisatawan yang datang ke Indonesia. Inilah yang berdampak pada peningkatan produk domestik bruto (PDB),” jelasnya lagi.

Sementara itu, Plt Sekretaris Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri A menjelaskan bahwa pariwisata bersifat kompleks dan karena itu dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memajukannya. “Kemenpar tidak dapat melakukan semuanya sendiri, perlu sinergi berbagai sektor,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pertamina Turunkan Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Mulai 1 Agustus 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari-Mei 2019 mencapai 6,37 juta kunjungan. Angka itu naik 2,70% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama di 2018 yang berjumlah 6,20 juta kunjungan.(*)

Konten Terkait

Beri Kepastian Hukum, Bappebti Awasi Calon Pedagang Fisik Aset Kripto Terdaftar

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pertamina Apresiasi Masyarakat Sumut, Pendaftar Program Subsidi Tepat Capai 89,73 Persen

Program Bedah Rumah di Medan Tak Maksimal, Banyak Belum Tersentuh

Ridwan Syamsuri

Prospek Ekonomi Sumut 2024, Tumbuh 4,5 – 5,3 Persen

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

The Lake Toba GP: Danau Toba Bersiap Jadi Pusat Sport Tourism Dunia, ITDC Pastikan Kesiapan Event Aquabike dan F1H2O

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Hurry Up! Ini Deretan Saham Berpotensi Bikin Untung Besar

Val Vasco Venedict
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara