Prosumut
Berita

Teken Pakta Integritas ASN, Bupati Pakpak Bharat Ingatkan Netralitas ASN di Pemilu 2024

PROSUMUT – Franc Bernhard Tumanggor, Bupati Pakpak Bharat menandatangani pakta integritas netralitas Aparatur Sipil Negara dalam menghadapi pemilihan Umum serentak tahun 2024, di aula Tengku Tengku Rizal Nurdin, Medan (05/12/2022).

Dihadapan Gubernur Sumatera Utara, H Edi Rahmayadi, Franc Bersama seluruh Bupati/Walikota Se Sumatera Utara menanda tangani Pakta Integritas ini, sebuah komitmen untuk menjaga netralitas ASN dalam pesta demokrasi terbesar tanah air.

BACA JUGA:  BPS Lakukan Pendataan ke Wilayah Bencana Sumatera, Terjunkan Ratusan Mahasiswa STIS

Usai menandatangani Pakta Integritas ini, Franc Berjanji akan berupaya untuk terus menjaga netralitas ASN dibawahnya selama pelaksanaan tahapan Pemilu nanti.

Saya ingatkan kepada seluruh ASN di Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, jaga netralitas selama proses Pemilu nantinya, aturan dan sanksi bagi setiap pelanggaran cukup jelas, tegas dia.

Kita berkomitmen melindungi dan menjaga seluruh Aparatur ASN kita, memastikan mereka tetap netral dan tidak berpihak pada siapapun, tidak terlibat dalam perhelatan politik ini yang nantinya bisa merugikan mereka juga, jelas Bupati di Medan.

BACA JUGA:  BPS Lakukan Pendataan ke Wilayah Bencana Sumatera, Terjunkan Ratusan Mahasiswa STIS

Sementara itu Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi menekankan bahwa Kepala daerah sebagai penjabat pembina kepegawaian (PPK) harus mampu menegakkan netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam jajaran Pemerintahan yang mereka pimpin pada perhelatan pesta rakyat tahun 2024 mendatang.

Ketidaknetralan ASN akan berdampak pada adanya diskriminasi layanan, munculnya kesenjangan dalam lingkup ASN, adanya konflik atau benturan kepentingan, dan ASN menjadi tidak profesional, tutur Gubernur mengingatkan

BACA JUGA:  BPS Lakukan Pendataan ke Wilayah Bencana Sumatera, Terjunkan Ratusan Mahasiswa STIS

ASN tidak boleh dimanipulasi untuk kepentingan berbagai pihak, yang bisa berdampak pada kompetisi yang tidak seimbang yang akhirnya berdampak pada berkurangnya kepercayaan publik dan nilai dari pemilu itu sendiri,mtegas Gubernur kemudian. (*)

 

Konten Terkait

Diterpa Hoax Sakit Keras, Hasto: Bu Mega Segar Bugar!

Editor prosumut.com

Melihat Kualitas Demokrasi Kita

Editor prosumut.com

Dukung Uji Klinis Vaksin COVID-19, Publik Antusias Jadi Relawan

Pro Sumut

Webinar KITA Medan: Radikalisme & Intoleransi Akibat Eksploitasi Agama untuk Kepentingan Politik

valdesz

Ditugaskan Ijeck, Pengurus Partai Golkar Bantu Rumah Ibadah Terdampak Gempa Taput

Editor prosumut.com

Relawan Ganjar Klaim Ganjar Pranowo Jadi Capres dari LUAR PDIP

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara