Prosumut
Umum

Tambang Emas di Madina, Polda Sumut: Kita Tidak Bisa Langsung

PROSUMUT – Polda Sumut mengaku telah mendapatkan informasi terkait dugaan limbah dari tambang emas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang disebut-sebut menimbulkan penyakit.

“Ya, kita sudah dapat info,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja, Selasa 19 November 2019.

BACA JUGA:  Kabag Prokopim Arafat Syam Coreng Kemeriahan Ramadhan Fair: Hadang Wartawan Ingin Wawancara Wali Kota

Untuk itu, Polda Sumut sendiri akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini.

“Kita akan bersinergi dengan pemerintah daerah karena ini tetap melibatkan tokoh-tokoh yang ada kemudian dengan aparat setempat juga,” katanya.

BACA JUGA:  Kabag Prokopim Arafat Syam Coreng Kemeriahan Ramadhan Fair: Hadang Wartawan Ingin Wawancara Wali Kota

Dalam menyelesaikan masalah ini pihaknya tidak bisa terburu-buru.

Kita tunggulah, tidak bisa langsung karena berkaitan dengan masalah masyarakat,” akunya.

Disinggung apakah pihaknya akan melakukan tindakan terhadap orang-orang yang terlibat masalah ini, dia belum bisa memastikannya.

“Kita tetap melakukan upaya-upaya pendekatan secara persuasif,” terang dia.

BACA JUGA:  Kabag Prokopim Arafat Syam Coreng Kemeriahan Ramadhan Fair: Hadang Wartawan Ingin Wawancara Wali Kota

Sebagaimana diberitakan, dugaan adanya limbah merkuri dari tambang emas dikabarkan sudah menyebabkan masalah kesehatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Informasi beredar, 12 anak lahir dengan cacat bawaan. (*)

Konten Terkait

OPPO Resmi Luncurkan Perangkat A9 2020 di Indonesia

Pro Sumut

Rusuh! Pembukaan Liga Indonesia Diwarnai Bentrokan Suporter

Val Vasco Venedict

Bergelagat Aneh, Warga Medan Johor Nekat Gantung Diri

Ridwan Syamsuri

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pro Sumut

Memberikan Manfaat untuk Masyarakat, BI Gelar Khitanan Massal

Editor prosumut.com

Remaja Diduga Depresi Ditemukan Tewas Gantung Diri

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara