Prosumut
HukumKriminal

Sidang Bandar Sabu Kampung Kubur, Saksi Sebut Sabu Bukan Milik Zakir

PROSUMUT – Melvasari Tanjung (37) dan Zulherik dihadirkan ke persidangan sebagai saksi mahkota dalam kasus kepemilikan sabu seberat 50 gram, dengan terdakwa Zakir Usin (43). Saksi menyebut, bahwa sabu tersebut bukan milik Zakir, melainkan milik Rendy warga Mangkubumi, yang terungkap dalam sidang di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (28/5).

“Saya membantah keterangan polisi, tidak benar kalau saya melakukan tawar menawar harga (sabu) di hape sama suami (Zakir) saya. Pada saat itu, Suami saya memang dirumah melihat anak,” ucap Melva di hadapan Majelis hakim yang diketuai Sri Wahyuni.

BACA JUGA:  Berkaca Kasus MFF, Proyek Ramadan Fair XX Disebut Bisa Jerumuskan Benny Sinomba dan Andy Yudhistira ke Bui

“Jadi barang (sabu) itu milik siapa?,” tanya hakim. “Itu punya Rendy warga Mangkubumi, saya dapat dari dia. Malam itu dia (Rendy) datang kerumah, kebetulan ada suami dirumah, jadi karna takut ketahuan saya langsung jumpai Rendy,” terang Melva.

Mendengar keterangan Melva tersebut, membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho dan majelis hakim heran. Bahkan, Chandra terdengar mengintimidasi saksi. “Melva perkaramu sudah inkrah kan. Walaupun kamu tidak disumpah disini, tapi kamu mengakui bahwa pada persidanganmu barang (sabu) itu milik Zakir,” kata Chandra.

“Saya dipaksa pak. Makanya saya bilang punya suami. Bahkan waktu didalam mobil, saya dipukul disuruh ngakui barang itu milik suami saya,” jawabnya dengan nada bergetar.

BACA JUGA:  Berkaca Kasus MFF, Proyek Ramadan Fair XX Disebut Bisa Jerumuskan Benny Sinomba dan Andy Yudhistira ke Bui

Namun, keterangan Melva tersebut tidak lantas membuat majelis hakim percaya begitu saja. Sebab, majelis beranggapan bahwa kesaksiannya masih diragukan. “Jadi barang itu bukan milik Zakir?,” tanya hakim Syafril Batubara. “Bukan pak,” tegas Melva.

Sementara, saat dimintai menanggapi keterangan saksi, Zakir yang duduk disamping penasihat hukumnya tidak membantahnya. Bahkan seusai persidangan, Zakir mengakui bahwa keterangan istrinya tersebut, merupakan fakta yang sebenarnya.

“Dia (Melva) pun taulah, nggak mungkin dia bunuh suaminya sendiri. Karna waktu dia di BAP, dia tidak membaca tiba-tiba aja sudah seperti itu. Jadi karna ketidaksukaan ajanya ini,” tandasnya.

BACA JUGA:  Berkaca Kasus MFF, Proyek Ramadan Fair XX Disebut Bisa Jerumuskan Benny Sinomba dan Andy Yudhistira ke Bui

[Sebagaimana diketahui, Zakir Husin di dakwa menjual sabu seberat 50 gram oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penangkapan dirinya bermula dari hasil pengembangan, istrinya Melvasari Tanjung dan Zulherik (berkas terpisah) pada tanggal 26 Agustus 2018 di Jalan Flamboyan I Kecamatan Medan Tuntungan.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. (*)

Konten Terkait

Terlibat Kurir Sabu, Oknum Polisi Divonis 20 Tahun

Editor prosumut.com

Akibat Dianiaya Terdakwa, Ustazd Nursarianto Tak Bisa Berdakwah

Ridwan Syamsuri

Denda Tak Dibayar, KPPU Ultimatum Puluhan Perusahaan di Sumut

Ridwan Syamsuri

Jual Sabu ke Polisi, Seorang Kurir Diadili

Ridwan Syamsuri

Ops Antik Toba Polres Langkat, Jumlah Tangkapan Meningkat

Editor prosumut.com

Bahas Aset, PLN Sumut-Aceh Rakor Bersama PTPN Group

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara