Prosumut
Kesehatan

Peringatan World Health Day, Pentingnya Layanan Kesehatan Berkualitas

PROSUMUT – Setiap tanggal 7 April, masyarakat di seluruh dunia selalu memperingati hari kesehatan internasional (world health day). Pada tahun ini, WHO mengambil tema ‘Building a fairer, healthier world’ atau membangun dunia yang lebih adil dan lebih sehat.

Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Delyuzar menyampaikan, layanan kesehatan yang berkualitas memang sangat penting diwujudkan. Namun sayangnya, sejauh ini hal itu belum juga dapat diwujudkan.

BACA JUGA:  RSUD Pirngadi Medan Siagakan Layanan Kesehatan Selama Libur Nyepi dan Lebaran Idul Fitri 2026

“Itu lah yang kita perjuangkan selama ini. JKM itu juga didirikan temanya adalah bagaimana kesehatan bisa diakses untuk semua,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu 7 April 2021.

Menurut Delyuzar, keadilan dalam memperoleh layanan kesehatan itu tentunya harus dibarengi dengan kualitasnya yang sama.

Akan tetapi, khususnya bagi daerah yang terpencil dan sulit dijangkau, masyarakatnya belum dapat menikmati layanan kesehatan yang berkualitas tersebut.

“Jadi bukan sekedar mendapatkan akses, kualitas kesehatan yang didapatkan juga harus sama,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gandeng BRIN, Sofyan Tan Beri Pelatihan Prediksi Schistosomiasis di Medan

Dia melanjutkan, belum lagi persoalan sarana dan prasana yang membuat layanan kesehatan berkualitas belum dapat terwujud.

Untuk itu, Delyuzar mengusulkan agar kiranya pemerintah juga dapat menambah anggaran kesehatan seperti halnya yang diberikan pada anggaran pendidikan.

“Supaya akses layanan itu bisa diterima semua orang, itu butuh pendataan yang baik dan didukung oleh mental dari tenaga kesehatan. Karenanya, tenaga kesehatan itu perlu mendapatkan insentif agar dia dapat bekerja dengan senang hati dalam melayani masyarakat,” terang Delyuzar.

BACA JUGA:  BKKBN Sumut Buka Posko Layanan Konseling Keluarga di Stasiun Kereta Api dan Terminal

Di samping itu, sebut dia, layanan kesehatan itu juga tidak semata-mata hanya diberikan untuk orang yang sakit saja. Orang yang sehat juga perlu diberikan informasi tentang kesehatan dan pendampingan, sehingga nantinya bisa memiliki kesadaran untuk menjalankan hidup sehat.

“Nah hal yang seperti itu juga belum bisa diakses oleh semua orang,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Hasil Uji Lab, Bungkus Ranitidin Juga Tercemar NDMA

Editor prosumut.com

Diduga Terjangkit Hepatitis Akut, Balita di Medan Meninggal

Editor prosumut.com

Pelayanan Operasi Elektif di RS Pirngadi Kembali Buka

admin2@prosumut

Pasien Positif Covid-19 Melonjak 23 Kasus, Ini Totalnya di Sumut

admin2@prosumut

Lagi! Empat Orang Warga Asahan Dinyatakan Positif Covid-19

admin2@prosumut

RSUP HAM Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Nakes Lansia

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara