Prosumut
RSU
Kesehatan

Pelayanan Operasi Elektif di RS Pirngadi Kembali Buka

PROSUMUT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Pirngadi Medan mulai kembali membuka kembali tindakan operasi elektif atau terjadwal. Adapun pelayanan elektif ini adalah pelayanan seperti operasi tumor atau kanker dan lainnya.

“Kemarin ditunda, karena RS fokus menangani pasien Covid-19 dan mengurangi pasien dan tenaga medis terpapar Covid-19. Kemudian, ada permintaan dari organisasi profesi makanya operasi elektif tunda,” kata Dirut RSUD Pirngadi Medan dr. Suryadi Panjaitan, Selasa 30 Juni 2020.

BACA JUGA:  BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

“Saat ini, lanjutnya, jumlah pasien rawat jalan mulai kembali meningkat dibanding saat awal pandemi Covid-19. “Kemarin situasi Covid-19 tidak hanya menimpa RS tapi semua lini. Apalagi, RS Pirngadi jadi RS rujukan Covid-19 darurat dan masyarakat jadi takut berobat karena kita merawat pasien Covid-19,” imbuhnya.

Selain tertular Covid-19, kekhawatiran masyarakat berobat ke RS takut juga divonis Covid-19. Namun, Wadir Pelayanan Medik dr. Rushakim Lubis, SpOG mengatakan, untuk menyatakan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, berdasarkan anamnesis dan gejala pasien.

BACA JUGA:  PPDS Hospital Based, RS Adam Malik Ditetapkan sebagai RSPPU oleh Kemenkes

“Kalau pasien mengalami susah menelan, batuk, demam dan gejala lainnya, ditambah photo thorax, jika ada pneumonia maka ditegakkan dia dalam PDP, lalu dilanjutkan Rapid tes kalo reaktif, baru diswab kalau positif jelas dia konform pasien Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas RSUP H. Adam Malik Rossario Dorothy Simanjuntak mengatakan, pihak RSUP HAM belum membuka tindakan operasi elektif kepada pasien.

“Begitupun, jika pasien yang sudah terjadwal operasi, kondisinya drop, bisa datang ke IGD. Kalau memang diperlukan tindakan operasi segera atau sifatnya emergency, maka dilakukan operasi,” imbuhnya.

BACA JUGA:  RSU Haji Medan Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Jalan Selama Libur Lebaran

Sebab, lanjutnya, perkembangan penyakit seseorang bisa saja berubah sewaktu-waktu. “Jadi tetap kami tekankan seperti itu. Jadi operasi elektif masih belum dilakukan. Penundaan operasi elektif karena berbagai hal, salah satunya imbauan Kemenkes dan organisasi profesi,” tambahnya. (*)

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            :

Konten Terkait

Stretch Mark Tak Bisa Dihilangkan, Hanya Dapat Disamarkan

Editor prosumut.com

Bersama PKMI, BKKBN Sumut Dampingi Pelayanan KB MOW di RSU Pancurbatu

Editor prosumut.com

Aman Menggunakan Ponsel, Begini Tipsnya

admin2@prosumut

Langkah Strategis Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Sumut Lakukan Koordinasi Intervensi Serentak

Editor prosumut.com

RSUD Pirngadi Medan Layani 1.127 Pasien di Awal Tahun 2026

Editor prosumut.com

Positif Covid-19 Sumut Melonjak, Hampir 300 Kasus Baru Sehari

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara