Prosumut
Kepala Inspektorat Kota Medan, Erfin Fachrurrazi. (ist)
Pemerintahan

Mutasi ASN Luar Daerah ke Pemko Medan Diduga Kuat Peran Orang Dalam

PROSUMUT — Masuknya Aparatur Sipil Negara (ASN) luar daerah ke lingkungan Pemko Medan terus berlangsung.

Mulusnya ASN luar daerah masuk ke Pemko Medan, diduga kuat adanya peran orang dalam.

Informasi dihimpun menyebut, nama Kepala Inspektorat (Inspektur) Kota Medan, Erfin Fakhrurrazi dikabarkan berperan di balik arus mutasi ASN luar daerah ke Pemko Medan.

Salah satu nama ASN luar daerah yang masuk ke Pemko Medan adalah Weldan Prahasandhika Yudha alias Wildan, ASN asal Pemkab Aceh Tenggara.

Wildan dan Erfin disebut merupakan rekan satu angkatan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yakni angkatan ke-17.

Kepindahan Wildan sendiri telah divalidasi oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Medan, Subhan Fajri Harahap.

Ia memastikan Wildan resmi pindah ke Pemko Medan sejak 1 Januari 2026, meski tak merinci penempatannya di OPD mana.

Sumber internal Pemko Medan menyebut, peran Erfin tidak berhenti pada satu nama. Tiga ASN lain disebut-sebut turut bermigrasi ke Medan dan diduga merupakan bawaan sang inspektur.

Mereka adalah Zulfadli Prawira Matondang (asal Pemko Tebing Tinggi), Muhammad Farhan Azhar Parinduri (asal Pemko Sibolga), dan Hadi Rahmad Harahap (asal Pemkab Sergai).

Hasil penelusuran menunjukkan, Zulfadli merupakan alumni IPDN angkatan 17, lulus sekitar 2019, dan pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Politik Dalam Negeri di Kesbangpol Kota Tebing Tinggi pada Juli 2025.

Muhammad Farhan Azhar Parinduri disebut alumni IPDN angkatan 29 (lulusan 2022), sementara Hadi Rahmad Harahap hingga akhir Desember 2025 tercatat menjabat Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bapperida Kabupaten Sergai.

“Walaupun berbeda angkatan, tapi keluarga besar IPDN punya ikatan kuat. Di situ irisannya,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber itu juga menyinggung relasi personal Erfin Fakhrurrazi dengan Wali Kota Medan, Rico Waas yang pernah bersekolah bersama di SMA Negeri 2 Medan. Kedekatan tersebut diduga memperlancar akses mutasi ASN lintas daerah.

“Manalah mungkin tanpa peran orang dalam punya akses masuk. Sepertinya kedekatan itu dimanfaatkan. Coba konfirmasi ke BKPSDM,” ucapnya.

Ia menambahkan, mutasi luar daerah jarang sekadar perpindahan biasa. Biasanya, ada jaminan posisi strategis yang menjadi daya tarik utama.

“Mana pula mau pindah kalau tidak punya jabatan. ASN lama di Pemko menjadi resah. Seolah wali kota tidak percaya dengan kualitas ASN internal, padahal stok SDM cukup banyak, termasuk yang dinonjobkan sebelumnya,” pungkas sumber.

Kepala BKPSDM Medan, Subhan Fajri Harahap, membenarkan atas nama ketiga ASN dimaksud sedang atau sudah diproses perpindahannya ke Pemko Medan.

Subhan Fajri juga mengamini bahwa Zulfadli Prawira Matondang asal Pemko Tebing Tinggi, Muhammad Farhan Azhar dari Pemko Sibolga, dan Hadi Rahmad Harahap asal Pemkab Sergai.

Namun, dia kembali membantah bahwa ketiganya merupakan bawaan Inspektur Erfin Fakhrurrazi. “Tidak benar,” ujarnya menjawab wartawan, Jumat 13 Februari 2026.

Subhan enggan menyebut sejak kapan mereka masuk dan merinci ke OPD mana ditempatkan saat ini. Termasuk, soal isu ketiganya bakal diproyeksikan mengisi jabatan struktural di Pemko Medan. “Kalau pindahnya betul, tapi parkirnya tidak,” ucapnya.

Sebelumnya, Subhan sudah memvalidasi kabar perpindahan Wildan dari Pemkab Aceh Tenggara. Bahwa, yang bersangkutan telah resmi pindah ke Pemko Medan sejak 1 Januari 2026, meski tidak menjelaskan secara rinci penempatan Wildan di OPD mana saat ini.

Sementara itu, Inspektur Kota Medan Erfin Fakhrurrazi yang dikonfirmasi wartawan belum mereapons. Pesan yang dilayangkan pada Jumat pagi hingga berita ini diterbitkan redaksi, belum mendapat jawaban. Begitu pula saat dihubungi nomor WhatsApp-nya, Erfin ogah mengangkat.

Sebelumnya, Erfin yang dihubungi wartawan terkait relasi dengan Wildan, tidak menjawab tegas. Ia hanya menyebut tidak punya kepentingan apapun terhadap mutasi Wildan ke Pemko Medan.

“Saya pastikan saya sama sekali tidak pernah merekomendasikan dan tidak punya kepentingan apapun terhadap yang bersangkutan,” ucapnya, Kamis 29 Januari 2026.

Erfin mengaku saat ini hanya ingin fokus melaksanakan tugas-tugas pembinaan dan pengawasan untuk mendukung visi wali kota dan wakil wali kota.

“Mohon support dari rekan-rekan media untuk membangun suasana yang kondusif agar seluruh jajaran bisa fokus bekerja untuk pembangunan kota kita,” pungkas Erfin.

Diketahui, Erfin Fakhrurrazi dilantik Wali Kota Medan Rico Waas pada 10 September 2025. Sebelumnya, ia mengikuti proses seleksi terbuka pengisian JPTP untuk perangkat daerah Inspektorat Kota Medan. Erfin diketahui pernah berkarier dalam jabatan eselon III di Inspektorat Kabupaten Sergai. (*)

Reporter: Pran Hasibuan

Editor: M Idris

BACA JUGA:  Soal Jabatan Struktural Masih Lowong Hampir Setahun, Sikap Rico Waas Kembali Diplomatis

Konten Terkait

Antisipasi Kemarau, BPBD Labuhanbatu Ingatkan Karhutla Hingga Puntung Rokok

Editor prosumut.com

Pembukaan UINSU Cabang Tebingtinggi, Ini Apresiasi Pemko

Editor Prosumut.com

Apel Kesiapan Antisipasi Bencana Alam di Asahan Tahun 2020

Editor Prosumut.com

Saatnya Bersatu dan Fokus Membenahi Kota Medan

Editor Prosumut.com

Pemko Medan Beri Bimtek Pengelolaan Dana Kelurahan

Editor prosumut.com

Bapenda Labuhanbatu Segel Papan Reklame

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara