Prosumut
Kesehatan

Jangan Main-main! Sumut Peringkat 7 Penularan Virus HIV/AIDS di Indonesia

PROSUMUT – Saat ini di Indonesia penularan HIV/AIDS masih sangat ditakuti. Bahkan kondisi ini bukan di propinsi yang sudah maju, di desa desa penularan ini malah makin banyak didapatkan.

Sumut saja adalah peringkat ke 7 untuk penularan virus mematikan ini.

Aktivis (Media Watch) yang konsen di HIV/AIDS, Syaiful Harahap mengatakan, dari banyaknya penularan virus ini, ada beberapa aspek yang harus diketahui masyarakat. Sebab masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui dengan baik definisi HIV/AIDS ini.

“Anda harus tau, perjaka dan perawan saja bisa beresiko tertular virus ini. Yaitu dari jarum suntik narkoba secara bergantian. Bisa jadi diantara teman mereka sudah terjangkit virus HIV/AIDS tersebut, maka sangat beresiko tertular teman teman yang lain,” katanya pada pelatihan media dan CSO yang digelar Indonesia AIDS Coalition di Kualanamo, Deliserdang, Sumut, belum lama ini.

BACA JUGA:  BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

Dikatakannya, selain perawan dan perjaka. Penularan ini juga dapat terjadi pada ibu rumahtangga dan anak anaknya. Tanpa diketahui suami melakukan perselingkuhan.

Ternyata dari perselingkuhan tersebut tertularlah virus HIV/AIDS, mengakibatkan orang yang tak berdosapun dapat beresiko tertular juga.

BACA JUGA:  RSU Haji Medan Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Jalan Selama Libur Lebaran

“Ini juga sering terjadi, si suami “jajan” diluar rumah, ternyata selingkuhannya sudah mengidap virus HIV/AIDS, akhirnya istri dan anaknyapun dapat ikut beresiko tertular. Maka hati hatilah bagi para suami yang melakukan perselingkuhan, karena keluarga dapat jadi korban,” ujarnya.

Di sini Syaiful juga menjelaskan bahwa penularan dari transfusi darah sangat beresiko. Tidak dapat diketahui, darah tersebut steril tidaknya.

Sehingga kondisi ini harus dapat di periksa sebaiknya baiknya bagi orang yang ingin melakukan donor darah. Jika darahnya ada resiko pengidap virus HIV/AIDS dipastikan yang menerima darah tersebut beresiko akan tertular.

BACA JUGA:  RSU Haji Medan Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Jalan Selama Libur Lebaran

“Bagi ibu hamil juga harus hati hati, jadi saat wanita hamil jangan hanya wanita tersebut yang diperiksa oleh puskesmas atau pelayanan kesehatan, si suami juga harus diperiksa. Ini kenapa kita lakukan? karena anak adalah masa depan, jadi harus dijaga dan dirawat sebaik baiknya agar jangan ada resiko terjangkit virus HIV/AIDS dimasa depannya,” pungkasnya. (*)

Konten Terkait

HUT Ke-28, RSUP HAM Gelar Simposium Ilmiah Virtual

Editor prosumut.com

Data Terbaru Covid-19 Sumut, Tambah 77 Positif dan 63 Sembuh

Editor Prosumut.com

Gugus Tugas Covid-19 Asahan Umumkan Bertambahnya PDP 2 Orang

admin2@prosumut

Dokter dan Perawat RSUP HAM Bergembira Bersama Pasien Kanker Anak

Editor prosumut.com

Dukung Cegah Stunting, XL Axiata Bagikan Paket Makanan Sehat di Medan

Editor prosumut.com

Stok Darah PMI Medan Tersedia 1.872 Kantong

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara