Prosumut
Anggota DPRD Medan, Edwin Sugesti Nastion.
Pemerintahan

Komisi IV DPRD Medan Kritik Kinerja Dinas Perkimcitaru Soal Pembangunan, Terkesan Hamburkan Uang Rakyat

PROSUMUT – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution, menilai, pembangunan yang dilaksanakan di Kota Medan terkesan hanya sebagai sarana menghambur-hamburkan uang rakyat.

Pekerjaan pembangunan terkesan tanpa perencanaan matang. Salah satu pembangunan yang dapat dijadikan contoh Lapangan Merdeka Medan.

“Jadi kita ini kadang kadang membangun hanya untuk menghabiskan uang. Tidak melihat kondisi-kondisi tertentu yang bisa berdampak kerusakan terhadap aset pemerintah yang dibangun,” kritik Edwin Sugesti Nasution kepada Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Dinas Perkimcitaru) Kota Medan, John Ester Lase dalam Rapat Evaluasi Triwulan IV Komisi IV DPRD Medan dengan Dinas Perkimcitaru Kota Medan di Ruang Komisi IV DPRD Medan, Senin 5 Januari 2026.

Pada saat banjir melanda Medan beberapa waktu lalu (27 November 2025), lanjut Edwin, Lapangan Merdeka Medan juga tidak terkecuali terendam oleh banjir.

Tentu saja hal ini menyebabkan kerusakan-kerusakan pada eskalator yang ada di basement Lapangan Merdeka Medan tersebut.

Padahal, eskalator itu masih baru. Karenanya, ini akan memunculkan biaya perbaikan yang akan dibebankan di APBD Kota Medan.

“Yang ingin saya pertanyakan, apakah tidak ada kajian-kajian dalam rangka mengantisipasi kejadian tersebut? Termasuk, misalnya padamnya listrik yang dijadikan alasan sehingga pompanya tidak bekerja? Ini kan lucu.

Adanya genset untuk bagaimana pompa itu bisa bekerja,” cecar politisi PAN tersebut sembari minta kondisi seperti sekarang ini jangan terulang lagi.

Menyahuti hal tersebut, Kepala Dinas Perkimcitaru Kota Medan John Ester Lase mengaku bahwa pada proses perencanaan pembangunan Lapangan Merdeka Medan dirinya tidak ikut.

“Namun pengalaman waktu banjir besar, tidak hanya Lapangan Merdeka, Sun Plaza juga kebanjiran karena tingginya sudah melewati batas bram jalan.

Kendalanya saat itu listrik mati sehingga pompa tidak naik ke atas. Jadi kita minta bantuan dair Pemadam Kebakaran dan Dinas PU Kota Medan,” jelasnya.

Nah, lanjutnya, akhirnya kita mengambil kesimpulan, kalau ada genset, tapi genset itu untuk keseluruhan lokasi di Lapangan Merdeka.

“Pada saat banjir gensetnya dinyalakan, mungkin bisa korslet. Karena itu, kita ambil solusi, sepertinya di tahap tiga atau ke depan kita mengadakan genset khusus hanya untuk darurat.

Ketika mati lampu, genset khusus ini bisa dinyalakan tanpa mengganggu yang lain,” pungkasnya. (*)

Editor: M Idris

Konten Terkait

Dalami Tata Manajemen Kepling, Pemkab Batubara Belajar dari Pemko Medan

Editor prosumut.com

BST JPS Mulai Dibagikan ke 56.418 Keluarga di Asahan

admin2@prosumut

Terpilih Anggota DPRD Langkat, Sri Bana PA Syukuran

Editor prosumut.com

Tim Gabungan Sasar Pasar Tradisional untuk Razia Masker

Editor Prosumut.com

Pjs Wali Kota Canangkan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kota Medan

Editor Prosumut.com

Bahrumsyah Jadi Wakil Ketua DPRD Medan, Ini Kata Akhyar

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara