Prosumut
Ekonomi

Kemenkeu Sebut JHT Jadi Cara Pekerja Hidup Layak di Hari Tua

PROSUMUT – Dalam sebuah diskusi pada Social Security Summit 2024, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sudarto mengatakan, bahwa jaminan sosial merupakan salah satu cara agar pekerja dapat merasakan hidup layak di masa tuanya.

Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi hal yang mutlak dimiliki para pekerja saat masih aktif bekerja dan memperoleh pendapatan.

“Kita melewati siklus kehidupan, mulai dari sekolah, setelah sekolah, bekerja, dan setelah bekerja. Setelah bekerja itu seharusnya tidak cemas, karena ada jaminan sosial,” ujar Sudarto, Kamis 28 November 2024.

Sudarto mendorong perlunya skema yang tepat guna mempercepat perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga Oktober tahun 2024 baru mencapai 40,83 juta, di mana jumlah pekerja formal dan informal sekitar 150 juta.

“Bahkan saat ini yang ikut jaminan pensiun mungkin hanya sekitar 14 juta, yang ikut jaminan JHT itu sekitar 16 juta dari 140-145 juta pekerja. Ini yang jadi konsen kita, jangan sampai kita dan teman-teman kita begitu pensiun dapetnya bansos, artinya apa, membebani APBN,” jelasnya.

Hal senada juga menjadi perhatian I Gede Dewa Karma Wisana, peneliti di Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) tersebut menegaskan pentingnya dividen atau pendapatan untuk di masa tua.

Sebab, menurutnya, ketika pekerja memasuki usia lansia, jumlah pengeluaran akan jauh lebih besar daripada pendapatan.

Dengan demikian, JHT menjadi solusi penting agar tetap pekerja terap hidup layak dan cukup meski sudah tak produktif lagi.

“Kami di demografi sangat peduli soal siklus hidup. Kita perlu memikirkan dividen-nya, perlu menyiapkan dividen dari bonus demografi yang ada,” ujarnya.

I Gede turut mendorong para pekerja yang masih produktif dan punya pendapatan untuk mempersiapkan di hari tua, salah satunya melalui JHT.

“Jadi kita berencana menyiapkan strategi agar penduduk yang sekarang produktif tidak hanya memiliki pendapatan yang cukup dan hidup layak, tapi mampu menyiapkan hari tua.

Sehingga, konsumsinya bisa mencukupi lewat pendapatan atau income investasi yang sudah mereka kumpulkan saat muda hari ini,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota, Jefri Iswanto, mengatakan BPJS Ketenagakerjaan akan selalu berkomitmen pada kesejahteraan masyarakat.

BPJS Ketenagakerjaan akan selalu berupaya agar masyarakat dapat hidup secara produktif. Tidak hanya memiliki pendapatan yang cukup atau hidup yang layak saja, namun mampu menyiapkan hari tua yang sejahtera, sehingga dapat mencukupi melalui pendapatan atau investasi yang sudah dipersiapkan sedari dini.

“Harapannya tentu segala sesuatunya dapat berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun karena sesuai misi BPJS Ketenagakerjaan yakni melindungi dan menyejahterahkan seluruh pekerja dan keluarganya,” ujar Jefri. (*)

Reporter: Nastasia

Editor: M Idris

BACA JUGA:  Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Konten Terkait

Ekonomi Sumut Triwulan I-2023 Melambat, Tumbuh 4,87 Persen

Editor prosumut.com

Pengamat Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi Sumut 4,65 Persen Sangat Rendah

admin2@prosumut

Hati-hati Beli Rumah, Ini Tips Paling Penting!

Editor prosumut.com

Harga Tempe dan Tahu Naik, Ini Penyebabnya

Editor Prosumut.com

Akademisi Sumut Ungkap Efek Pemerataan Listrik Desa, Keadilan Energi bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Editor prosumut.com

TPL Dukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lewat Kerja Sama

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara