PROSUMUT – Generasi muda di Sumatera Utara (Sumut) diajak mengenal kembali kekayaan rempah Nusantara melalui kegiatan budaya bertajuk Spektakel Lidah Gen Z yang bertema, “Eksplorasi Rempah di Ruang Performatif”.
Kegiatan ini akan digelar pada 10-11 April 2026 di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata, Jalan Sei Siguti 17A/30, Sei Sikambing D, Medan Petisah.
Program yang diinisiasi Herawanti Handayani selaku Pengurus Harian Teater Rumah Mata, mendapat dukungan dari Program Layanan Produksi Kegiatan Kebudayaan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik melalui Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan.
Kegiatan tersebut menyasar Gen Z berusia 13-26 tahun (kelahiran 1997–2012) dengan tujuan menghidupkan kembali eksistensi rempah sebagai bagian penting identitas dan sejarah bangsa.
Selama berabad-abad, rempah menjadi komoditas strategis dan simbol kedaulatan Nusantara, namun kini dinilai semakin terpinggirkan dan hanya dipahami sebatas bumbu dapur.
“Melalui pendekatan ruang performatif, festival ini dirancang untuk membangun kedekatan generasi muda dengan rasa, aroma, serta nilai historis rempah di tengah perkembangan era digital.
Penyelenggara mendorong upaya perlindungan, pemanfaatan, pengembangan, dan pembinaan rempah sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan,” katanya, Jumat sore 27 Februari 2026.
Rangkaian kegiatan terbagi dalam tiga kategori utama, yakni diskusi dan workshop, lomba berbasis rempah, serta pertunjukan seni. Pada sesi diskusi dan workshop, akan digelar Dialog Lintas Gagasan dan workshop penciptaan karya seni berbasis eksplorasi rempah.
Untuk kategori lomba, panitia menyiapkan Taman Rempah 1×1 Meter Awards, Raba Belai Cium Rempah, Resep Racik Rempah, Invitasi Talenta Bertema Rempah seperti lomba akting, baca puisi, konten kreator, dan fashion show, serta Pemilihan Duta Rempah.
Sementara pada kategori pertunjukan seni, akan ditampilkan Panggung Eksebisi Rempah, Dongeng Kasih Kisah Rempah, hingga pertunjukan teater bertema rempah.
Pendiri Teater Rumah Mata, Agus Susilo menjelaskan penyelenggara menargetkan partisipasi sekitar 1.500 Gen Z dari berbagai sekolah, sanggar, dan komunitas budaya di Kota Medan dan Sumut. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan ini diperkirakan menghadirkan sekitar 1.000 pengunjung.
“Kami ingin anak muda tidak hanya mengenal rempah, tetapi juga mengolahnya jadi karya dan inovasi,” tutur Agus.
Festival ini juga melibatkan pemerintah daerah, dinas pendidikan dan kebudayaan, dinas pariwisata, pelaku usaha, akademisi, budayawan, hingga petani rempah sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
Selain menjadi ruang edukasi budaya, Spektakel Lidah Gen Z diharapkan mendorong lahirnya produk ekonomi kreatif berbasis rempah yang dikembangkan generasi muda.
Penguatan identitas budaya melalui rempah dinilai berpotensi membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat karakter kebangsaan, serta menjadikan Medan sebagai kota percontohan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya rempah. (*)
Reporter: Nastasia
Editor: M Idris

