Prosumut
Pendidikan

Cerita Para Guru dan Siasatnya di Tengah Pandemi

PROSUMUT – Masa pandemi ini membuat guru harus bertugas sebagai pengajar sekaligus juga pembelajar, agar tanpa proses tatap muka langsung belajar mengajar, tetap bisa memberikan pembelajaran yang menyenangkan.

Setidaknya cerita mereka para guru dan sisasatnya di tengah pandemi menjadi hal menarik dibahas dalam berbagai pertemuan virtual, serta bagaimana ide kreatif itu harus terus dimunculkan.

Diceritakan Deswita Supriyatni MPd, seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR). Perempuan peraih medali perak PON 2004 cabang olahraga Dayung ini tidak pernah membayangkan bahwa suatu ketika dia harus memberikan materi perkuliahan sepenuhnya secara daring kepada para mahasiswanya.

“Materi pembelajaran yang saya sampaikan identik dengan tatap muka dan praktek. Sekarang mau tidak mau harus melalui teknologi media tatap muka virtual,” ujar Deswita dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Mendukung Para Pendidik Tetap Berkarya’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu 25 November 2020.

Deswita sadar betul jika kini dia bersandar sepenuhnya pada teknologi. Karena itu, dosen yang mengajar di STKIP Pasundan ini mengemas materi perkuliahannya dalam teknologi penyampai pesan suara dan video, sehingga para mahasiswanya tetap dapat mengikuti materi dari mata kuliah yang sedang diajarkan, jika terjadi gangguan jaringan internet.

“Saya berusaha kreatif dalam mengemas dan menyampaikan materi agar para mahasiswa tetap dapat menyimak maksimal walaupun mereka mengalami gangguan koneksi internet. Karena banyak mahasiswa yang ada di daerah umumnya mengalami hambatan pada jaringan internet,” katanya.

Begitulah, para guru tak boleh kehilangan ide, meski situasi pandemi berdampak pada proses belajar mengajar. Mereka harus bersiasat dengan situasi saat ini.

Pendidik lainnya juga berbagi kisah tentang proses mengajar mereka di tengah pandemi ini. Arya Wiratman, seorang guru SDS Islam Ibnu Hajar Cipayung Jakarta Timur punya tantangan lain.

“Kondisi pandemi saat ini dengan pembelajaran jarak jauh melalui kelas virtual dan video pembelajaran sangat monoton buat anak-anak. Kami dituntut mengemas pembelajaran seperti saat tatap muka di kelas. Mereka harus tetap merasakan rasa pembelajaran tatap muka dan bersosialisasi dengan teman-temannya,” katanya.

Sri Murni S.Pd., M.Pd, yang menjadi dosen STKIP PGRI Bandar Lampung juga berbagi cerita di forum yang sama. Dia mengaku bahwa dirinya perlu melakukan terobosan dengan mulai menggunakan beberapa media pembelajaran dalam proses belajar mengajar jarak jauh.

“Harus lebih giat dan semangat dalam menggunakan media pembelajaran yang lain agar materi yang disampaikan bisa diterima dengan baik. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi namun harus tetap dilakukan untuk para mahasiswa,” tukasnya. (*)

 

Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : Istimewa

Konten Terkait

Mahasiswa FISIP UMSU Pamerkan Medan Lewat Foto 061

Editor prosumut.com

Peletakkan Renovasi Gedung SD Negeri 106224 Kerapuh, Soekirman Singgung Darurat Sampah

Ridwan Syamsuri

Disdik Sumut Ultimatum Sekolah Jangan Pungli Terkait PUBG

Editor prosumut.com

Setop Riset Elektabilitas, Fokus Penelitian Berdampak Bagi Rakyat

Editor prosumut.com

Pesantren Modern Nur Ar-Rasdiyah Wujudkan Langkat Religius

admin2@prosumut

Hadapi AI di Kelas, Sofyan Tan Minta Guru Tetap Jadi Sumber Utama Pembelajaran

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara