PROSUMUT – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh dan Sumatera Utara, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I bergerak cepat membuka Posko Kesehatan di beberapa titik terdampak.
Posko kesehatan yang dibuka pada 8-11 Desember 2025 ini merupakan kolaborasi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan (faskes) di Aceh dan Sumut.
Posko layanan kesehatan dibuka di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Lhoksukon di Aceh, serta di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumut.
Seluruh posko memberikan pelayanan kesehatan gratis sekaligus konsultasi psikologi bagi masyarakat yang terdampak, mengingat banyaknya penyintas yang mengalami tekanan fisik dan emosional.
Antusiasme masyarakat pun untuk mendapatkan layanan sangat tinggi saat posko mulai dibuka.
“Kami sampaikan bahwa di tengah kondisi sarana kesehatan yang turut terdampak, BPJS Kesehatan memastikan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan faskes di wilayah sekitar zona bencana.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal, terutama di faskes yang masih beroperasi.
Sejumlah faskes yang tidak terdampak dilaporkan mengalami lonjakan kunjungan pasien dari wilayah yang terdampak akibat bencana.
Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat,” kata Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq dalam keterangannya, Rabu 10 Desember 2025.
Nuim menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan secara khusus juga memberi perhatian pada layanan kategori life saving, terutama Hemodialisis (HD)
Untuk memastikan pasien HD tetap mendapatkan pelayanan, BPJS Kesehatan melakukan pemetaan kapasitas dan ketersediaan layanan HD di rumah sakit sekitar lokasi bencana.
Pasien HD dari rumah sakit yang terdampak diarahkan ke rumah sakit lain yang masih mampu memberikan layanan.
“Dalam situasi darurat ini, BPJS Kesehatan menegaskan bahwa peserta yang rutin menjalani HD tidak memerlukan dokumen tambahan, termasuk HD traveling ketika harus berpindah sementara ke rumah sakit lain.
Kami berkoordinasi dengan rumah sakit yang menerima rujukan pasien-pasien tersebut agar dapat menambah kapasitas pelayanan dengan membuka shift tambahan dari dua shift menjadi tiga shift per hari, untuk memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan terapi tepat waktu,” terang Nuim.
Dia melanjutkan, RSUD dr Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur merupakan satu-satunya rumah sakit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Aceh Timur pascaterjadi bencana.
Beberapa pelayanan di poliklinik sudah mulai diaktifkan kembali, diantaranya Poliklinik THT, Poliklinik Mata, Poliklinik Bedah, Poliklinik Anak, Poliklinik Gigi, Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Saraf, dan Poliklinik Jiwa.
“Pelayanan HD di RSUD dr Zubir Mahmud mengalami peningkatan akibat adanya pengalihan pasien dari RSUD di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang yang belum berfungsi.
Kami tetap berkoordinasi secara intens agar pelayanan bagi pasien di RSUD dr Zubir Mahmud dapat berjalan dengan optimal,” kata Nuim.
Sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien HD ataupun non-HD, terutama pasca
meningkatnya kunjungan di RSUD Aceh Timur, BPJS Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan RSU Putri Bidadari di Kabupaten Langkat.
Plh Direktur RSU Putri Bidadari Langkat, dr Esti Aditya menegaskan kesiapan pihaknya sebagai salah satu rujukan tambahan bagi pasien dari wilayah Aceh.
“Kami siap menerima pasien rujukan dari Aceh, termasuk pasien HD maupun penyakit kronis lainnya.
Kami pastikan seluruh pasien yang datang akan dilayani seoptimal mungkin sesuai regulasi yang berlaku,” kata Esti.
Diharapkan dengan kolaborasi bersama antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah dan faskes, maka akses layanan bagi peserta jaminan kesehatan di daerah terdampak tetap dapat diberikan secara berkualitas dan optimal. (*)
Reporter: Nastasia
Editor: M Idris

