PROSUMUT-Bantuan dana tahunan dari Australia untuk Indonesia kembali dipotong.
Sebelumnya, Australia memberikan bantuan dana sebesar total 331,3 juta dolar atau sekitar Rp 3,3 triliun lebih tahun lalu.
Namun tahun ini dipotong menjadi 298,5 juta dolar.
Adapun alasan negara kangguru itu memotong dana bantuan pembangunan adalah karena ekonomi Indonesia yang terbilang cukup stabil.
Kendati demikian Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menilai pembangunan tidak berjalan merata di seluruh daerah.
“Tingkat kemiskinan di Papua tujuh kali lebih tinggi dibandingkan di Jawa. Ketimpangan masih jadi tantangan mendesak bagi Pemerintah RI,” demikian pernyataan DFAT dilansir dari Republika, Rabu 3 April 2019.
Selain itu, lanjutnya, lebih dari 72 juta rakyat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan menurut standar Bank Dunia 3,2 dolar per hari.
“Kami menginvestasikan 121 juta dolar Australia untuk menyediakan bantuan teknis ke pemerintah negara-negara ASEAN dalam menangani pembangunan infrastruktur, termasuk menghindari jebakan utang dari negara lain,” kata Menteri Luar Negeri Australia Senator Marise Payne dan Menteri Perdagangan Senator Simon Birmingham dalam keterangan pers yang sama.
Kedua menteri menambahkan hal itu pada gilirannya akan mendorong permintaan atas produk ekspor Australia serta memfasilitasi barang murah bagi konsumen Australia. (*)

