Prosumut
Lifestyle

Anak Suka Memukul Kalau Sedang Marah, Begini Mengatasinya

PROSUMUT – Anda pasti pernah melihat anak-anak yang menangis sambil memukuli orangtuanya.
Anak-anak tersebut, meskipun masih kecil tidak boleh dibiarkan menangis dan mengamuk sambil memukul loh. Karena bisa terbawa hingga ia dewasa nanti.

Psikolog Anak Karina Istifarisny mengatakan sejak dini anak harus diajarkan memanajemen emosi dan diberikan pengertian bahwa tidak semua keinginannya bisa dipenuhi.

Ia mengatakan perilaku anak sebagian besar adalah pengaruh lingkungan di sekitarnya. Bisa jadi dari orangtua, saudara, pembantu atau bahkan televisi.

“Kemampuan untuk mengekspresikan ini yang tampak. Biasanya si anak bisa melakukan hal tersebut karena dia meniru lingkungan. Bisa karena film yang dia tonton, video game, melihat teman, atau bahkan dari orangtuanya sendiri,” katanya dikutip dari Okezone, Jumat 5 April 2019.

Menurutnya, cara terbaik adalah mengajak anak mengungkapkan perasaannya dengan kata. Menemaninya dan mengajaknya bercerita bisa mengurangi emosi yang meluap dalam diri sang anak.

Menurutnya, anak-anak yang kurang mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya dengan kalimat maupun ucapan, maka yang bisa dia lakukan adalah dengan tindakan.

Jadi, lanjutnya, bisa dibilang pemukulan yang dilakukan si anak adalah upaya dia melampiaskan emosi yang ada di dalam dirinya, dan ekspresi itu kurang tepat.

“Makanya, ada beberapa sikap yang bisa dilihat. Misal, saat si anak marah atau kecewa, maka dia akan memukul. Sedangkan, saat dia senang atau bahagia, dia bisa berlari-lari riang tidak mau diam,” papar Karina.

Untuk itu, peran orangtua sangat penting dalam mendampingi anak. Orangtua bisa menjelaskan bahwa orang lain tidak suka disakiti sehingga memukul tidak boleh dilakukan.

Jadi, anak belajar kalau perilakunya itu tidak diterima. Dan setelah itu pun orangtua harus mau berdiskusi, mendengarkan, dan negosiasi dengan anak.

Selain itu, dia juga menyarankan untuk para orangtua agar mampu mengenali emosi diri sendiri dan bagaimana mengekspresikannya.

“Kapan merasa marah, sedih, kesal, kecewa, dan bahagia. Kemudian, ungkapkan emosi tersebut dengan kata-kata. Jika perilaku ini dilakukan secara benar di depan anak, lama-lama anak akan meniru apa yang dilakukan orangtua,” tuturnya. (*)

Konten Terkait

Sederhana, 5 Aktivitas Ini Tingkatkan Kesehatan Mental Anda

valdesz

Berangkat Kerja Pagi Tapi Muka Sembab, Bagaimana Mengatasinya?

Editor prosumut.com

Gandeng Ayudia, UNIQLO Kembali Menginspirasi Perempuan Indonesia

Editor Prosumut.com

Dewan Pers Ingatkan Kebutuhan Informasi Beda dengan Keinginan Informasi

Val Vasco Venedict

The Gaun By Maya Tampil dengan Busana Pengantin Mewah dan Elegan di Wedding Expo Medan

Editor prosumut.com

Halo Pecinta Skincare! Ini Serum Terbaru innisfree Atasi Dehidrasi Kulit

Val Vasco Venedict
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara