Prosumut
Umum

Ada Ceceran Darah, Petani Tewas Terbakar Dalam Gubuk

PROSUMUT – Ngasil Taringan (68) warga Dusun I Desa Simempar Kecamatan Gunungmeriah Kabupaten Deliserdang ditemukan tewas dengan tubuh terbakar dalam gubuknya, Kamis 10 September 2020 sekira pukul 09.00 WIB.

Informasi diperoleh, korban diketahui tewas mengenaskan dalam gubuknya ketika Sastra Tarigan (50) hendak mengantar pupuk keladangnya dan melintas dari lokasi gubuk di Dusun 1 Desa Simempar Kecamatan Gunungmeriah Kabupaten Deliserdang.

Saat melintas, Sastra Tarigan sudah melihat gubuk korban dalam keadaan gosong. Lalu saksi kembali kerumah dan saat diperjalanan bertemu dengan saksi Lidya Apulina Sembiring (18) bersama ibunya didekat lokasi gubuk. Lalu Sastra Tarigan mendengar Lidya berteriak “Mama/tulang sudah mati terbakar”.

Lalu Sastra melaporkan hal itu kepada keluarganya dan oleh keluarga memberitahukan kepada Kepala Desa Simempar yang selanjutnya diberitahukan kepada Kapolsek Gunung Meriah Via HP.

Tak berapa lama, sejumlah personel Polsek Gunung Meriah Polresta Deliserdang turun kelokasi korban ditemukan. Begitu juga dengan Tim Inafis Polresta Delserdang turun kelokasi untuk mengindentifikasi korban.

Saat tiba dilokasi, pihak Polresta Deli Serdang menemukan korban dalam keadaqn terbakar dan ceceran darah ditemukan dalam gubuk dan di luar gubuk.

Selanjutnya pihak kepolisian memasang garis polisi pada sekitar gubuk korban dan jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan otopsi. (*)

 

Reporter : Sahat Tampubolon
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Prediksi CFR Cluj vs Dinamo Zagreb: Menjaga Momentum

Pro Sumut

Wiiih.. Pilar Timnas Berdarah Batak ini Bergaji Rp 11 Juta Sehari

Val Vasco Venedict

Mayat ‘Masberto’ Gambar Dewi Naga Mengapung di Sungai

Editor prosumut.com

Bencana di Langkat Akibat Cuaca Ekstrem

Editor prosumut.com

Kepalanya Diancam Penggal, Jokowi: Yang Sabar

Editor prosumut.com

Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Toba 2020 Tebingtinggi

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara