Prosumut
Rilis & Seremoni

Karteker Tuntaskan Amanat, Pemilihan Rais dan Ketua PCNU Tapteng Berjalan Lancar

PROSUMUT – Konfercab Nahdatul Ulama Tapanuli Tengah (NU Tapteng) telah sukses dilaksanakan oleh Karteker PCNU Tapteng Masa Bakti 2025-2026 di Kecamatan Sorkam, pada Sabtu lalu 17 Januari 2026.

Karteker PCNU Tapteng tersebut bekerja berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama nomor : 4882/PB.01/A.II.01.44/99/12/2025 Tertanggal 15 Desember 2025, yang memiliki tugas untuk menjalankan mandat organisasi, melakukan pembenahan kembali melalui konfercab.

Karteker berhasil menuntaskan amanat dengan sebelumnya melakukan sosialisasi secara bertahap pada bulan Desember 2025, rapat Karteker di Kantor PWNU Sumut, sampai dengan Konfercab.

Ketua Karteker, Abrar Dawud Faza menjelaskan bahwa sosialisasi dilaksanakan kepada warga dan struktur NU setempat, dengan dibentuk yang terdiri dari dua tim.

Tim pertama, dipimpin oleh ketua Karteker pada Kamis, 25 Desember 2025. Sedangkan tim kedua dipimpin oleh H Alfian Hutauruk selaku Rais Karteker yang melaksanakan kegiatan sosialisasi pada 25-27 Desember 2025.

“Tim pertama melaksanakan sosialisasi yang dipusatkan di STAI Hasiba Barus dan dihadiri oleh warga NU serta perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, tim Karteker membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh warga NU untuk memberikan masukan dan usulan terkait penguatan organisasi NU di Tapanuli Tengah, termasuk usulan calon pengurus MWC NU yang akan ditetapkan melalui Surat Keputusan.

Aspirasi-aspirasi tersebut dapat disampaikan melalui tim Karteker secara langsung, termasuk kepada anggota tim karteker yang tercantum namanya dalam SK dan semuanya berasal dari Tapanuli Tengah,” terang Abrar.

Lebih lanjut Abrar mengungkapkan bahwa sosialisasi tahap kedua dilakukan, yaitu pada Selasa 29 Desember 2025 bertempat di Sibolga. Kegiatan ini dihadiri oleh warga NU dan perwakilan MWC NU se-Tapanuli Tengah.

“Ini merupakan komitmen tim Karteker untuk menerima dan menindaklanjuti masukan serta usulan dari berbagai pihak demi tertatanya struktur organisasi NU di Tapanuli Tengah,” ungkap Abrar.

Sedangkan tim kedua melakukan sosialisasi dengan menyambangi langsung sejumlah kecamatan.

Kegiatan dimulai pada Kamis 25 Desember 2025 di Desa Sibunga-bunga, Kecamatan Sitahuis dan dilanjutkan esok hari (Jumat 26 Desember 2025) ke Kecamatan Badiri, Pinangsori, Sibabangun, Lumut, Sukabangun, Pandan, Sarudik, dan Tukka.

Hingga pada Minggu 27 Desember 2025, dilanjutkan ke Kecamatan Tapian Nauli, Kolang, Sorkam, Sorkam Barat, Barus, Sosorgadong, dan Manduamas.

Alfian Hutauruk di tempat terpisah menuturkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan mandat dan tugas tim Karteker kepada tokoh, warga, serta kader NU di Tapanuli Tengah.

Ketua karteker menyebutkan bahwa setelah menghimpun masukan dari berbagai elemen NU, tim Karteker kemudian melaksanakan rapat karteker sebanyak 2 kali, pertama tanggal 9 Januari 2025 dan kedua pada tanggal 15 Januari 2026 di Kantor PWNU Sumatera Utara Jalan Sei Batanghari Medan.

Kedua rapat tersebut bertujuan untuk membahas masukan-masukan susunan kepengurusan MWC NU Tapteng untuk kemudian ditetapkan sebagai Pengurus MWC NU se-Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai bagian dari tahapan menuju pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab).

Hingga mendapati hasil untuk dilaksanakanlah Konfercab PCNU Tapanuli Tengah pada Sabtu,17 Januari 2026 di Barus.

Konfercab dibuka secara resmi oleh Katib PWNU Sumut, Abrar Dawud Faza yang juga bertindak sebagai Ketua Karteker PCNU Tapteng Masa Khidmah 2025-2026.

Turut berhadir dan memberikan sambutan mewakili Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, yaitu Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi Lubis, dan dihadiri juga oleh para tokoh dan warga NU tapanuli tengah lainnya.

Namun demikian, usai pembukaan Konfercab sempat terjadi kericuhan akibat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan badan otonom NU dan menyatakan penolakan terhadap keberadaan tim Karteker.

Aksi tersebut dinilai bertentangan dengan arahan PBNU yang sebelumnya telah memberikan izin pelaksanaan Konfercab melalui Surat Nomor 5005/PB.03/A.I.01.45/99/01/2026 tertanggal 17 Rajab 1447 Hijriah atau 7 Januari 2026 Masehi.

Menyikapi situasi tersebut, panitia dan tim Karteker berupaya memastikan Konfercab tetap terlaksana sesuai dengan amanat organisasi.

Setelah melalui proses diskusi dan koordinasi dengan PBNU dan PWNU, Ketua Panitia Konfercab, H Jawali Pasaribu menyampaikan keputusan pemindahan lokasi Konfercab dari Hasian Hotel Pandan ke Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) NU Desa Pananggahan, Kecamatan Sorkam Tapanuli Tengah.

Jawali yang bertugas sebagai Ketua Panitia mengungkapkan bahwa Konfercab tersebut diikuti oleh 13 MWC NU, yakni MWC NU Andam Dewi, Badiri, Kolang, Manduamas, Pandan, Pinangsori, Sarudik, Sirandorung, Sitahuis, Sorkam, Sorkam Barat, Tapian Nauli, dan Tukka.

Acara Konfercab diawali melalui Rapat Ahwa (Ahlul Halli Wal Aqdi) terpilih H. Bincar Halomoan Siregar sebagai Rais Syuriyah PCNU Tapanuli Tengah masa khidmat 2026–2031.

Sementara itu melalui rapat sidang pemilihan ketua hanya muncul 1 calon yakni Muhammad Shodiqin Lubis yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Tapanuli Tengah untuk masa khidmat yang sama.

Komudian dilanjutkan dengan pembentukan Tim Formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan PCNU Tapanuli Tengah masa khidmat 2026–2031 dan ditutup dengan penyampaian sambutan perdana dari Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah terpilih.

Dalam sambutannya Bincar Halomoan Siregar (Rais terpilih) menegaskan pentingnya fikrah nahdliyyah sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bergerak bagi seluruh struktur dan warga NU.

“Fikrah nahdliyyah harus terus ditegakkan dan disemarakkan. Inilah warisan ulama ahlussunnah wal jamaah yang menjadi penuntun NU dalam menjaga keseimbangan antara agama, budaya, dan kebangsaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai dasar NU seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i‘tidal (adil) harus senantiasa menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman dan dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang.

Ketua PCNU Tapanuli Tengah terpilih Muhammad Sodiqin Lubis menyampaikan bahwa pemilihan ini mencerminkan kuatnya kesepahaman serta soliditas warga Nahdliyin dalam menentukan arah kepemimpinan NU ke depan.

Dia menyatakan kesiapan penuh untuk menakhodai NU ke depan dengan mengedepankan kerjasama, kebersamaan, serta penguatan jam’iyyah.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan NU harus bersifat inklusif, kolektif, dan mampu merangkul seluruh elemen warga Nahdliyin di Tapanuli Tengah.

“NU hanya bisa besar jika dikelola bersama-sama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kerja sama dan keikhlasan adalah kunci utama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya merajut kembali kebersamaan merupakan pekerjaan besar yang harus dijalani bersama demi menjaga persatuan dan kebesaran NU di daerah tersebut.

“Ke depan, kebersamaan harus dirajut kembali dan dikelola dengan baik. Ini adalah pekerjaan berat, tetapi harus kita jalani demi persatuan dan kebesaran NU di Tapanuli Tengah,” pungkasnya. (*)

Editor: M Idris

Konten Terkait

Srikandi PLN UPT Medan Edukasi Keselamatan Kelistrikan

Editor prosumut.com

Diguyur Hujan, Pesta Budaya Njuah-Njuah 2019 Meriah

Editor prosumut.com

Erick Thohir Serukan BUMN dan Anak Perusahaan Tertib Program Jamsostek

Editor prosumut.com

JNE Berbagi Kasih dalam Perayaan Natal 2025

Editor prosumut.com

Wagub Resmikan Stroke Center, Berharap Pelayanan Kesehatan Meningkat

Editor prosumut.com

HUT ke-79 RI, Pj Bupati Langkat: Perkuat Tekad Memajukan Bangsa

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara