PROSUMUT – Media sosial menjadi tempat penyebaran berita tidak benar atau hoaks selama tahun politik.
Bukan hanya di Indonesia, penyalahgunaan media sosial juga terjadi di negara lainnya, seperti India.
Di India, Facebook telah menghapus 712 akun dan 390 halaman (page) di India dan Pakistan terkait perilaku tidak otentik. Penghapusan ratusan akun ini juga karena tekanan seluruh dunia kepada jejaring sosial milik Mark Zuckerberg itu untuk memastikan platform media sosialnya tidak disalahgunakan untuk tujuan politik atau menyebarkan informasi yang salah.
Diketahui, platform ini memiliki lebih dari 300 juta pengguna di India, dan selama ini menjadi alat kampanye politik utama dalam pemilu yang dimulai pada 11 April.
Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi yang juga salahsatu peserta kampanye politik India dan para pesaingnya menggunakan akun facebook resmi untuk mengirim pesan politik kepada jutaan pengikut, ribuan halaman yang tidak terverifikasi juga berbagi unggahan untuk mendukung atau mengkritik politisi.
Di antara hal-hal paling signifikan yang telah dihapus, Facebook mengatakan telah mencatat 549 akun dan 138 halaman yang ditautkan ke Kongres India untuk perilaku tidak otentik yang terkoordinasi.
Sedangkan di Pakistan, Facebook menghapus 57 akun, 24 halaman, tujuh grup, dan 15 akun Instagram karena hal yang sama.
“Tinjauan perusahaan menemukan orang-orang yang menggunakan akun palsu dan menerbitkan unggahan termasuk kritik terhadap BJP yang terkait dengan INC (Indian National Congress) IT Cell,” ujar Kepala Kebijakan Cyber Secutity Facebook, Nathaniel Gleicher, dilansir dari Republika, Selasa 2 April 2019.(*)

